Bupati Kukar Hadiri Peletakan Batu Pertama Gerai Koperasi Loa Duri Ulu

KUTAI KARTANEGARA – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutai Kartanegara (Kukar) terus mendorong penguatan ekonomi kerakyatan melalui pengembangan koperasi di tingkat desa. Komitmen tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih Desa Loa Duri Ulu, Kecamatan Loa Janan, yang digelar di kawasan Bukit Teratai, Selasa (10/2/2026).

Peletakan batu pertama dilakukan langsung oleh Bupati Kutai Kartanegara, Aulia Rahman Basri, sebagai bentuk dukungan pemerintah daerah terhadap penguatan kelembagaan ekonomi berbasis masyarakat. Kegiatan ini dihadiri unsur pemerintah desa, pengurus koperasi, tokoh masyarakat, serta warga setempat.

Berdasarkan data sementara, pembangunan satu unit gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) diproyeksikan menelan anggaran sekitar Rp1,6 miliar. Dana tersebut digunakan untuk pembangunan fisik gedung yang direncanakan menjadi pusat aktivitas ekonomi koperasi di Desa Loa Duri Ulu.

Dalam sambutannya, Bupati Aulia Rahman Basri menyampaikan apresiasi kepada pemerintah desa dan pengurus koperasi atas inisiatif pengembangan Koperasi Merah Putih. Menurutnya, koperasi memiliki peran strategis dalam memperkuat ketahanan ekonomi desa, khususnya dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

“Koperasi ini diharapkan menjadi solusi ekonomi yang inklusif dan berorientasi pada kesejahteraan anggota, bukan hanya sekadar tempat transaksi,” ujar Aulia.

Saat ini, jumlah anggota Koperasi Merah Putih Desa Loa Duri Ulu tercatat sekitar 50 orang, yang sementara berasal dari aparatur pemerintahan desa dan pengurus RT setempat. Ke depan, koperasi ini ditargetkan membuka keanggotaan lebih luas bagi masyarakat umum agar manfaat ekonomi dapat dirasakan secara merata.

Meski demikian, Bupati Aulia menekankan pentingnya penempatan peran koperasi di tengah ekosistem ekonomi desa. Ia mengingatkan agar keberadaan koperasi tidak justru mematikan usaha kecil yang telah lebih dulu tumbuh, seperti warung kelontong milik warga.

“Koperasi harus punya positioning yang jelas. Jangan mengambil level yang sama dengan usaha masyarakat yang sudah eksisting. Koperasi harus menjadi mitra, bukan pesaing,” tegasnya.

Sejumlah warga berharap keberadaan gerai koperasi benar-benar mampu memberikan dampak ekonomi nyata. Salah seorang warga Loa Duri Ulu menyampaikan harapannya agar koperasi dapat menyediakan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau, sekaligus membuka peluang usaha baru bagi masyarakat sekitar.
“Kami berharap koperasi ini bukan hanya milik aparatur desa, tapi juga bisa melibatkan warga secara luas dan memberi manfaat langsung,” ujarnya.

Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih Desa Loa Duri Ulu merupakan bagian dari program Pemkab Kukar dalam memperkuat ekonomi berbasis desa. Pemerintah daerah menargetkan koperasi-koperasi desa dapat dikelola secara profesional dan transparan, sehingga mampu menjadi motor penggerak ekonomi lokal yang berkelanjutan.

Keberhasilan gerai koperasi ini nantinya akan sangat ditentukan oleh tata kelola, keterbukaan keanggotaan, serta kemampuannya bersinergi dengan pelaku usaha kecil di desa. Pemkab Kukar berharap Koperasi Merah Putih dapat menjadi contoh pengembangan koperasi yang sehat dan berdaya saing di tingkat desa. []

Penulis: Anggi Triomi | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com