Buron 7 Bulan, Pembunuh Dua Polisi di Australia Tewas Ditembak

Penembakan terhadap Desmond Freeman mengakhiri operasi perburuan besar polisi Australia setelah tujuh bulan pelarian di hutan Victoria.

VICTORIA – Operasi perburuan panjang yang berlangsung selama tujuh bulan di Australia berakhir dengan tewasnya seorang buronan kasus pembunuhan dua polisi setelah ditembak aparat dalam sebuah penggerebekan di wilayah timur laut negara bagian Victoria, Senin (30/03/2026).

Pelaku yang diidentifikasi sebagai Desmond Freeman ditembak mati saat polisi melakukan operasi penangkapan di sebuah properti pedesaan. Tindakan tegas tersebut diambil sebagai bagian dari upaya menghentikan pelarian panjang yang menyita sumber daya besar aparat keamanan.

“Seorang pria telah ditembak mati oleh polisi di sebuah properti di timur laut Victoria pagi ini sebagai bagian dari operasi untuk menemukan Desmond Freeman,” kata Victoria Police dalam pernyataan resmi, sebagaimana dilansir AFP, Senin, (30/03/2026).

Freeman sebelumnya menjadi buronan sejak Agustus 2025 setelah menembak dan membunuh dua anggota kepolisian dalam sebuah insiden di kawasan pedesaan. Dalam kejadian tersebut, ia diketahui melepaskan tembakan saat polisi menggerebek rumahnya di desa Porepunkah.

Dua korban tewas dalam insiden itu adalah detektif Neal Thompson dan polisi senior Vadim De Waart, sementara seorang petugas lainnya mengalami luka tembak di bagian bawah tubuhnya.

Selama pelariannya, Freeman bersembunyi di wilayah hutan lebat dengan medan terjal, sehingga menyulitkan proses pengejaran. Aparat mengerahkan berbagai sumber daya dalam operasi yang disebut sebagai salah satu perburuan terbesar dalam sejarah kepolisian Australia.

Freeman juga diketahui terkait dengan kelompok yang dikenal sebagai warga negara berdaulat, yakni gerakan yang meyakini bahwa hukum negara tidak berlaku bagi individu tertentu.

Hingga kini, pihak kepolisian belum mengungkap secara rinci alasan awal penggeledahan yang berujung pada insiden penembakan terhadap dua polisi tersebut. Namun, disebutkan bahwa tim yang diterjunkan saat itu melibatkan unit investigasi kejahatan seksual dan anak.

Penindakan terhadap Freeman menandai berakhirnya operasi panjang yang menjadi perhatian publik di Australia, sekaligus menegaskan komitmen aparat dalam menangani kejahatan serius terhadap penegak hukum. []

Penulis: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com