Pemkab HSS memperkuat pengawasan pangan, beras, dan LPG 3 kilogram untuk menjaga pasokan serta mencegah gejolak harga menjelang bulan Maulid Nabi dan puncak musim kemarau.
HULU SUNGAI SELATAN – Pemerintah Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Pemkab HSS) memperketat pengawasan ketersediaan dan distribusi bahan pangan serta Liquefied Petroleum Gas (LPG) 3 kilogram untuk mencegah kenaikan harga yang tidak wajar menjelang bulan Maulid Nabi dan puncak musim kemarau.
Langkah tersebut ditempuh setelah Sekretaris Daerah (Sekda) HSS Muhammad Noor mengikuti Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian Inflasi bersama Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) secara daring, Selasa (18/8/2026). Rakor itu membahas perkembangan inflasi dan kenaikan harga beras yang tercatat di 120 kabupaten/kota di Indonesia.
Meskipun HSS belum mengalami kenaikan harga beras, Pemkab HSS menilai pengawasan tetap diperlukan untuk mengantisipasi gangguan pasokan maupun praktik kenaikan harga yang tidak wajar. Sebagaimana diberitakan Antara, Selasa (18/8/2026), Sekda HSS meminta perangkat daerah terkait segera melakukan pemantauan pasar.
“Monitoring kita diperlukan untuk mencegah adanya oknum yang memanfaatkan momentum tertentu, untuk menaikkan harga secara tidak wajar,” kata Sekda.
Pengawasan tidak hanya diarahkan pada harga pangan, tetapi juga mencakup ketersediaan dan distribusi LPG 3 kilogram. Pemantauan dilakukan mulai dari pangkalan hingga pasar agar pasokan tetap tersedia dan penyalurannya berjalan sesuai ketentuan.
Pemkab HSS juga mendorong percepatan penyaluran bantuan sosial berupa beras kepada masyarakat. Bantuan tersebut diharapkan dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan sekaligus menjaga daya beli masyarakat ketika kebutuhan berpotensi meningkat.
Selain menghadapi potensi tekanan harga, langkah antisipasi dilakukan karena HSS memasuki periode Rabiul Awal 1448 Hijriah atau bulan Maulid Nabi yang biasanya diikuti meningkatnya aktivitas masyarakat. Kondisi tersebut berlangsung bersamaan dengan puncak musim kemarau yang dapat memengaruhi kelancaran pasokan sejumlah kebutuhan.
“Meskipun kondisi harga pangan di HSS saat ini relatif terkendali, langkah antisipasi harus dilakukan sejak dini agar tidak terjadi gejolak harga yang dapat membebani masyarakat,” ucap Sekda.
Penguatan pengawasan diharapkan mampu menjaga pasokan pangan dan LPG tetap lancar, menekan potensi gejolak harga, serta memastikan kebutuhan masyarakat HSS tetap terpenuhi selama periode Maulid Nabi dan puncak musim kemarau. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan