gambar ilustrasi kapal tenggelam

Dikejar Penjaga Pantai, Kapal Migran Terbalik Tewaskan 18 Orang

Kapal migran terbalik di perairan Mugla saat mencoba melarikan diri dari penjaga pantai dalam kondisi cuaca buruk, menewaskan 18 orang.

MUGLA – Upaya penegakan hukum di laut berujung tragedi setelah sebuah kapal karet yang membawa migran terbalik di perairan Bodrum, Provinsi Mugla, Turki, Rabu (01/04/2026) dini hari. Sedikitnya 18 orang dilaporkan meninggal dunia, sementara puluhan lainnya berhasil diselamatkan dalam operasi pencarian dan penyelamatan yang masih berlangsung.

Insiden ini terjadi ketika Komando Penjaga Pantai Turki mendeteksi pergerakan kapal mencurigakan sekitar pukul 03.00 waktu setempat. Petugas telah memberikan peringatan agar kapal berhenti, namun nahkoda justru berusaha melarikan diri di tengah kondisi cuaca ekstrem dan gelombang tinggi.

“Kapal tersebut tetap berusaha kabur walau sudah berkali-kali kami berikan peringatan untuk berhenti,” kata pihak Komando Penjaga Pantai Turki, sebagaimana dilansir Idn Times, Rabu, (01/04/2026).

Aksi kejar-kejaran di laut dalam kondisi gelap dan cuaca buruk memperbesar risiko kecelakaan. Kapal karet yang diduga kelebihan muatan menjadi tidak stabil hingga akhirnya terbalik setelah dihantam ombak besar secara terus-menerus.

Tim pencarian dan pertolongan (SAR) segera dikerahkan melalui jalur udara dan laut. Satu helikopter dan tiga kapal patroli diterjunkan ke lokasi untuk mengevakuasi korban. Dalam operasi tersebut, sebanyak 21 orang berhasil diselamatkan, sementara 18 jenazah ditemukan di sekitar lokasi kejadian.

“Setidaknya ada 18 orang yang meninggal dunia saat kapal karet berisi pengungsi itu tenggelam di laut dekat Provinsi Mugla,” kata pihak berwenang, sebagaimana dilansir China Daily Asia.

Sebagian besar penumpang diketahui berasal dari Afghanistan, termasuk bayi dan anak-anak. Para korban selamat langsung dibawa ke fasilitas kesehatan di Bodrum untuk mendapatkan penanganan medis akibat hipotermia serta trauma pascakejadian.

Petugas penjaga pantai mengungkapkan bahwa faktor cuaca menjadi penyebab utama kecelakaan. “Kapal itu mulai kemasukan air karena cuaca dan kondisi laut yang buruk, hingga akhirnya tenggelam,” ujar petugas.

Selain cuaca buruk, kapasitas kapal yang melebihi batas serta manuver berbahaya saat mencoba melarikan diri turut memperparah situasi. Jarak pandang yang terbatas dan suhu air laut yang rendah membuat peluang bertahan hidup korban semakin kecil.

Hingga kini, proses pencarian masih terus dilakukan di sepanjang perairan Mugla untuk memastikan tidak ada korban lain yang hilang. Peristiwa ini kembali menyoroti tingginya risiko jalur migrasi ilegal di kawasan tersebut, terutama ketika faktor cuaca dan keselamatan diabaikan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com