DPRD Balikpapan Waspadai Ledakan Penumpang Arus Balik

Arus balik Lebaran 2026 ke Balikpapan diperkirakan meningkat hingga 15 persen dengan puncak kedatangan ribuan penumpang dalam dua hari.

BALIKPAPAN – Lonjakan arus balik Lebaran 2026 menuju Balikpapan diperkirakan mencapai lebih dari 10.000 penumpang, dengan puncak kedatangan hampir 6.000 orang dalam dua hari, sehingga berpotensi menimbulkan kepadatan di kawasan pelabuhan.

Ketua Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Balikpapan H. Yusri mengingatkan seluruh pihak untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, khususnya di Pelabuhan Semayang sebagai pintu utama transportasi laut di Balikpapan.

“Puncaknya diperkirakan terjadi pada 29 hingga 30 Maret 2026, terutama dari Jawa. Dua kapal besar, KM Dorolonda dan KM Dobonsolo dari Surabaya masing-masing membawa sekitar 2.900 penumpang. Artinya, hampir 6.000 penumpang tiba hanya dalam dua hari,” ujar Yusri saat diwawancarai melalui WhatsApp, Selasa (31/03/2026).

Ia menjelaskan, arus balik sebenarnya telah mulai terlihat sejak 26 Maret 2026, didominasi penumpang dari wilayah Sulawesi seperti Palu dan Nunukan. Kedatangan tersebut dilayani oleh KM Dorolonda, KM Lambelu, dan KM Bukit Siguntang dengan jumlah sekitar 2.900 penumpang.

Menurut Yusri, terjadi peningkatan jumlah penumpang sekitar 9 hingga 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi ini dinilai berpotensi memicu penumpukan penumpang serta kemacetan di akses menuju pelabuhan apabila tidak diantisipasi secara optimal.

“Jangan sampai terjadi penumpukan, terutama saat jam sandar kapal di sore hingga malam hari. Ini harus jadi perhatian bersama,” tegasnya.

Ia mengimbau masyarakat yang hendak menjemput keluarga untuk datang lebih awal dan menentukan titik temu yang jelas di area pelabuhan. Sementara itu, penumpang arus balik disarankan memesan tiket sejak jauh hari, membawa kebutuhan pribadi, serta mengantisipasi antrean.

Di sisi lain, PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) memastikan kesiapan armada dalam menghadapi lonjakan arus balik. Kepala Cabang Pelni Balikpapan Ridwan Mandaliko menyebut arus balik tahun ini berlangsung secara bertahap atau bergelombang.

“Arus balik tidak datang sekaligus, tetapi bergelombang. Namun pada hari-hari tertentu, jumlah penumpang cukup tinggi, bahkan bisa mencapai lebih dari 3.000 orang dalam satu hari,” jelas Ridwan.

Ia menambahkan, total penumpang selama periode arus balik tahun ini diperkirakan mencapai lebih dari 10.000 hingga 11.000 orang, meningkat hampir 15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. “Kami melihat adanya peningkatan hampir 15 persen dibanding tahun lalu, terutama pada puncak arus balik dari Jawa ke Balikpapan,” tambahnya.

Untuk mengantisipasi lonjakan tersebut, Pelni telah mengoptimalkan operasional kapal dengan menambah frekuensi pelayaran serta memastikan kesiapan armada selama periode Lebaran. “Kami pastikan seluruh penumpang yang memiliki tiket dapat terangkut. Penyesuaian jadwal dan penambahan frekuensi juga kami lakukan agar pelayanan tetap maksimal,” pungkasnya.

Pelni juga berkoordinasi dengan Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) serta otoritas terkait guna menjaga kelancaran proses debarkasi dan embarkasi, sekaligus mengurai potensi kepadatan di kawasan pelabuhan.

Dengan lonjakan penumpang dalam waktu berdekatan, kolaborasi antara operator, pemerintah, dan masyarakat menjadi kunci utama untuk mencegah kepadatan yang berpotensi memicu kemacetan hingga keterlambatan perjalanan. []

Penulis: Desy Alfy Fauzia | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com