Dua Perampokan Guncang Sampit, Polisi Siaga Ramadan

KOTAWARINGIN TIMUR – Suasana Ramadan di Kota Sampit diuji dengan munculnya dua kasus kriminal dalam rentang waktu berdekatan. Menyikapi situasi tersebut, Polres Kotawaringin Timur meningkatkan patroli sekaligus mengingatkan warga agar tidak lengah terhadap potensi kejahatan.

Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain melalui Kapolsek Ketapang AKP Anis menegaskan bahwa stabilitas keamanan bukan semata tanggung jawab kepolisian.

“Keamanan lingkungan tidak bisa dibebankan hanya kepada aparat. Peran aktif masyarakat sangat menentukan agar wilayah tetap kondusif,” ujar Anis di Sampit, Minggu (22/02/2026).

Ia menjelaskan, selama Ramadan intensitas patroli ditambah, khususnya pada jam-jam rawan. Langkah itu dilakukan untuk memastikan masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan tenang.

“Patroli kami tingkatkan, tetapi potensi gangguan tetap ada. Karena itu warga harus tetap waspada,” katanya.

Pemantauan kini difokuskan pada kawasan permukiman, pusat perbelanjaan, serta lokasi mesin ATM yang ramai dikunjungi. Selain itu, Satuan Lalu Lintas juga diterjunkan guna mengantisipasi balapan liar yang kerap muncul saat malam hari.

Di tengah upaya pencegahan tersebut, polisi tengah memburu pelaku dalam dua laporan kejahatan serius yang terjadi di Sampit. “Dua kasus sudah kami tangani dan sedang dalam proses penyelidikan intensif,” tegas Anis.

Peristiwa pertama terjadi pada Jumat (20/02/2026) dini hari. Seorang perempuan bernama Marni (42) menjadi korban percobaan perampokan di kediamannya. Ia mengalami luka akibat senjata tajam saat berusaha melawan pelaku. Meski demikian, pelaku gagal membawa barang berharga dari rumah korban.

Beberapa jam kemudian, perampokan bersenjata tajam juga terjadi di sebuah gerai BRILink di Jalan HM Arsyad. Pelaku yang mengenakan helm merah mengancam penjaga dan berhasil membawa kabur uang tunai sekitar Rp9 juta sebelum melarikan diri.

Polisi menilai dua kejadian yang berdekatan ini menjadi alarm bagi masyarakat agar lebih berhati-hati, terutama saat aktivitas meningkat selama Ramadan.

“Kami mengajak warga saling menjaga dan segera melapor jika menemukan hal mencurigakan. Sinergi sangat dibutuhkan agar situasi tetap aman,” pungkasnya. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com