Fokus Infrastruktur 2026, Kapuas Benahi Akses Warga

KAPUAS — Pemerintah daerah di Kabupaten Kapuas mulai mengarahkan fokus pembangunan 2026 pada perbaikan akses dasar masyarakat pedesaan. Salah satu langkah konkret ditunjukkan melalui pengalokasian dana miliaran rupiah untuk peningkatan jalan lingkungan di tiga desa wilayah Kecamatan Bataguh.

Bupati Kapuas, Muhammad Wiyatno, menyampaikan bahwa total anggaran yang disiapkan tahun ini mencapai Rp7 miliar. Dana tersebut diperuntukkan bagi peningkatan kualitas jalan di Desa Terusan Karya, Terusan Mulia, dan Terusan Makmur. “Pada tahun 2026 ini kami sudah menyiapkan sekitar tujuh miliar rupiah untuk memperbaiki jalan lingkungan agar mobilitas warga semakin lancar,” ujarnya di Kuala Kapuas, Minggu (15/02/2026).

Pernyataan itu disampaikan usai dirinya meninjau langsung kondisi infrastruktur sekaligus menghadiri panen raya padi di lahan seluas 1.138 hektare di Desa Terusan Karya, Kecamatan Bataguh. Kunjungan tersebut menjadi bagian dari pemantauan menyeluruh terhadap sektor pertanian dan konektivitas wilayah.

Tak hanya jalan lingkungan, pemerintah kabupaten juga melanjutkan pembangunan infrastruktur strategis lain berupa jembatan di kawasan Bapalas dengan nilai anggaran sekitar Rp15 miliar. Sejumlah pekerjaan sebelumnya, termasuk perbaikan jembatan Terusan yang sempat roboh serta pembangunan jembatan di wilayah Sei STI, disebut telah rampung dan kini kembali dimanfaatkan masyarakat.

“Syukurlah jembatan yang dulu rusak sudah selesai diperbaiki dan dapat digunakan lagi. Tahun ini kami juga menargetkan pembangunan jembatan baru di Bapalas sepanjang kurang lebih empat puluh meter,” katanya.

Dalam peninjauan lanjutan, bupati turut melihat kondisi jalan utama di Terusan Mulia sepanjang sekitar 1,8 kilometer yang menjadi jalur vital bagi aktivitas pendidikan, ekonomi, hingga distribusi hasil panen warga. Proses penanganan jalan tersebut masih berada pada tahap administrasi dan direncanakan mulai dikerjakan setelah Hari Raya Idulfitri, menyesuaikan cuaca.

“Akses ini sangat penting bagi masyarakat. Kami berharap setelah Lebaran, ketika cuaca lebih mendukung, proses pengecoran bisa segera dimulai sehingga kegiatan warga tidak lagi terganggu,” tuturnya.

Upaya percepatan pembangunan infrastruktur pedesaan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah daerah untuk memperkuat pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com