COLUMBIA – Kepanikan melanda South Carolina State University setelah insiden penembakan di kampus yang menewaskan dua orang dan melukai satu lainnya pada Kamis (12/02/2026) malam. Peristiwa terjadi di sebuah apartemen mahasiswa di kompleks Hugine Suites, memicu lockdown di seluruh kampus.
Dalam pernyataan resmi, pihak universitas menyampaikan, “Kami masih menunggu konfirmasi resmi terkait identitas para korban dan kondisi orang yang terluka. Saat ini, seluruh kampus tetap dalam keadaan lockdown,” kata pihak universitas, seperti dilaporkan AFP Jumat (13/02/2026).
Pihak berwenang setempat turut membantu patroli di dalam dan sekitar area kampus untuk memastikan keamanan. Meski demikian, hingga kini belum ada informasi mengenai tersangka yang ditahan sehubungan dengan penembakan tersebut.
Semua jadwal kuliah untuk Jumat (13/02/2026) dibatalkan sebagai tindakan pencegahan. “Keselamatan mahasiswa dan staf menjadi prioritas utama kami,” tambah pernyataan universitas.
Insiden ini menjadi bagian dari gelombang penembakan yang terus terjadi di sekolah-sekolah dan universitas di Amerika Serikat, yang menyoroti kegagalan legislatif untuk membatasi akses senjata api. Pengamat menyebut bahwa kebuntuan politik membuat pencegahan serangan semacam ini kian sulit.
Seorang mahasiswa yang berada di dekat lokasi kejadian mengungkapkan, “Tiba-tiba terdengar tembakan dan semua orang langsung mencari tempat aman. Itu momen yang sangat menakutkan.”
Sementara itu, pihak universitas memastikan koordinasi terus berlangsung dengan kepolisian untuk menenangkan situasi dan menyelidiki motif penembakan. “Kami berupaya memastikan semua orang di kampus tetap aman,” ujar salah satu pejabat universitas. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan