Gambar Ilustrasi

Gelombang Naik, Polisi Air Tarakan Siaga Penuh!

TARAKAN – Cuaca laut di perairan Kota Tarakan, Kalimantan Utara, dalam beberapa hari terakhir menunjukkan tren kurang bersahabat. Gelombang yang meninggi dan angin yang berembus cukup kencang memaksa aparat kepolisian air meningkatkan kewaspadaan demi mencegah risiko kecelakaan laut.

Satuan Polisi Perairan dan Udara (Satpolairud) Polres Tarakan mengintensifkan patroli rutin di sejumlah titik perairan. Langkah ini diambil sebagai respons atas perubahan kondisi cuaca yang dinilai berpotensi membahayakan aktivitas pelayaran dan penangkapan ikan.

Kasatpolairud Polres Tarakan, IPTU Prabowo Eka Prasetyo, menyatakan pihaknya aktif menyampaikan imbauan keselamatan kepada masyarakat pesisir dan para nelayan. “Kami terus mengingatkan masyarakat agar memperhatikan perkembangan cuaca sebelum melaut. Kondisi gelombang saat ini relatif lebih tinggi dibanding hari-hari sebelumnya,” ujarnya, Sabtu (21/02/2026).

Ia menjelaskan, koordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus dilakukan untuk memastikan informasi prakiraan cuaca maritim selalu diperbarui. Berdasarkan data terbaru, tinggi gelombang di perairan Tarakan berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter, dengan kecepatan angin mencapai 14–19 knot.

Menurutnya, meskipun angka tersebut masih dalam kategori sedang, potensi perubahan cuaca secara tiba-tiba tetap harus diantisipasi. “Cuaca belakangan cenderung berawan disertai hujan ringan. Angin juga cukup kencang. Karena itu, kami minta masyarakat tidak lengah,” tegasnya.

Fenomena gelombang tinggi ini berdampak langsung pada aktivitas nelayan. Dari hasil patroli dialogis yang dilakukan petugas, sebagian nelayan memilih tidak melaut selama hampir sepekan terakhir demi keselamatan. “Kami mendapati beberapa nelayan memutuskan sementara waktu tidak beraktivitas karena mempertimbangkan faktor keselamatan,” ungkap Prabowo.

Meski demikian, masih ada nelayan yang tetap melaut dengan berbagai pertimbangan ekonomi. Untuk itu, aparat terus mengingatkan pentingnya perlengkapan keselamatan saat berlayar. “Kami menekankan agar setiap kapal dilengkapi jaket pelampung dan perlengkapan keselamatan lainnya. Informasi cuaca harus dicek sebelum berangkat. Jangan sampai mengabaikan faktor keamanan,” pungkasnya.

Peningkatan patroli ini menjadi bagian dari upaya preventif aparat dalam menekan potensi kecelakaan laut di tengah dinamika cuaca yang sulit diprediksi. Di tengah tantangan alam, kewaspadaan menjadi kunci utama keselamatan di perairan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com