Musim kemarau panjang meningkatkan risiko kabut asap dan karhutla sehingga warga HSU diminta memperkuat pencegahan sekaligus menjaga kesehatan.
HULU SUNGAI UTARA – Kesiapsiagaan warga menjadi salah satu kunci menghadapi musim kemarau panjang yang meningkatkan risiko kabut asap dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU). Pemerintah Kabupaten (Pemkab) HSU mengingatkan masyarakat agar tidak hanya menjaga kesehatan saat terpapar asap, tetapi juga aktif mencegah munculnya sumber kebakaran dari lingkungan sekitar.
Imbauan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) HSU Adi Lesmana saat melepas ratusan peserta jalan sehat di Kelurahan Kebun Sari, Kecamatan Amuntai Tengah, Minggu (30/8/2026) pagi. Kegiatan yang berlangsung di Jalan Patmaraga itu digelar untuk memeriahkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus menjadi momentum mengingatkan masyarakat terhadap ancaman kemarau.
Adi meminta warga menggunakan masker ketika beraktivitas di luar rumah apabila kondisi udara dipenuhi kabut asap. Masyarakat juga diminta menjaga kebugaran tubuh serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran di lingkungan permukiman.
Upaya pencegahan, menurut Pemkab HSU, dapat dimulai dari aktivitas sehari-hari. Warga diminta berhati-hati ketika memasak, memastikan kompor dan peralatan listrik telah dimatikan setelah digunakan, tidak membakar sampah, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.
Selain langkah pencegahan dan penanganan di lapangan, Pemkab HSU juga mengupayakan pendekatan spiritual bersama ulama dan tokoh masyarakat. Doa bersama dan Salat Istisqa telah dilaksanakan di sejumlah wilayah sebagai ikhtiar memohon turunnya hujan serta keselamatan bagi masyarakat.
“Pemerintah sangat mengapresiasi semangat warga Kebun Sari. Selain menjaga kebugaran mendukung program HSU Bangkit serta persiapan Porprov mendatang, momentum ini sangat tepat untuk saling mengingatkan pentingnya kesiap-siagaan menghadapi dampak kemarau,” katanya, sebagaimana diberitakan Kanal Kalimantan, Senin, (31/08/2026).
Menurut Adi, kegiatan warga seperti jalan sehat tidak hanya berkaitan dengan kebugaran, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk memperkuat kepedulian masyarakat terhadap kondisi lingkungan. Kesiapsiagaan bersama dinilai penting agar dampak kemarau tidak berkembang menjadi persoalan kesehatan maupun kebakaran yang lebih luas.
Sementara itu, Lurah Kebun Sari Muhammad Iqbal Maulana mengatakan kegiatan jalan sehat tersebut berawal dari inisiatif warga yang digagas para Ketua Rukun Tetangga (RT). Pihak kelurahan kemudian memfasilitasi koordinasi hingga pelaksanaan kegiatan yang turut didukung pimpinan daerah, sponsor, dan swadaya masyarakat.
Keterlibatan warga dalam kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti pada aktivitas olahraga. Semangat kebersamaan yang terbentuk juga diharapkan mendorong masyarakat lebih aktif menjaga kesehatan, mencegah kebakaran, dan menghadapi kondisi kemarau secara bersama-sama. []
Redaksi08
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan