KETAPANG – Suasana Desa Terusan, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, berubah muram pada Jumat (20/02/2026) malam. Seorang warga setempat bernama Lintas (30) ditemukan meninggal dunia setelah diduga tenggelam di Sungai Jelai. Peristiwa tersebut sontak mengundang keprihatinan warga yang mengenal korban sebagai pribadi yang pendiam.
Informasi yang dihimpun dari masyarakat sekitar menyebutkan, sebelum ditemukan dalam kondisi tak bernyawa, korban diduga pergi mandi di pangkalan yang berada di tepi Sungai Jelai pada sore hari. Namun hingga menjelang malam, Lintas tidak kembali ke rumah sehingga memunculkan kecurigaan keluarga dan warga sekitar.
Salah seorang warga Desa Terusan, Tuyut, menuturkan bahwa korban memang memiliki riwayat penyakit yang menyebabkan kejang. Kondisi tersebut diduga menjadi salah satu faktor yang memperbesar risiko saat korban berada di sungai seorang diri.
Menurut Tuyut, tanda-tanda hilangnya korban mulai terungkap ketika seorang warga yang pulang dari ladang melihat sabun mandi tergeletak di pangkalan sungai. “Korban memang punya riwayat sakit kejang. Waktu itu ada warga yang melintas dan melihat sabun di tepi sungai. Dari situ muncul dugaan bahwa Lintas mandi di sana dan kemudian tidak terlihat lagi,” ujarnya.
Mengetahui adanya kemungkinan korban tenggelam, warga segera berinisiatif melakukan pencarian secara manual di sepanjang aliran sungai. Upaya pencarian dilakukan secara gotong royong dengan menyisir tepian hingga bagian tengah sungai menggunakan perahu kecil.
Sekitar pukul 19.00 WIB, tubuh korban akhirnya ditemukan kurang lebih 200 meter dari titik awal diduga korban mandi. Saat ditemukan, kondisi korban sudah tidak bernyawa. Warga kemudian mengevakuasi jasad korban ke daratan sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.
Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama bagi warga yang memiliki riwayat penyakit tertentu ketika beraktivitas di area perairan tanpa pendamping. Sungai Jelai yang selama ini menjadi pusat aktivitas warga, mulai dari mandi hingga mencuci, kembali memakan korban.
Hingga berita ini diturunkan, suasana duka masih menyelimuti keluarga korban. Warga berharap kejadian serupa tidak terulang kembali. []
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan