Hujan Semalaman, Genangan Mengganggu Aktivitas di Bontang

BONTANG – Hujan deras semalaman dan meluapnya sejumlah sungai membuat beberapa wilayah di Kota Bontang terendam banjir, Sabtu (14/02/2026). Pantauan lapangan menunjukkan ruas jalan utama kota seperti Pattimura, Imam Bonjol, dan Ahmad Yani sudah tergenang, mengganggu aktivitas warga dan arus transportasi.

Di Jalan Ahmad Yani, arus air yang deras memaksa akses dari arah selatan menuju utara ditutup. Sementara itu, Jalan Jet Sky yang menjadi jalur lokal pun tak luput dari genangan, air sudah mencapai depan lamin adat Dayak, sehingga kendaraan tidak bisa melintas. Ketinggian air dilaporkan mencapai lutut orang dewasa.

Andi, salah seorang warga yang tinggal di dekat Sungai Kilometer 5, mengaku mulai khawatir ketika air sungai cepat naik sejak subuh. “Air naik cepat sejak pagi. Dalam beberapa jam saja sudah tinggi, arusnya juga deras banget,” ungkapnya.

Warga di wilayah terdampak mulai memindahkan barang-barang penting ke tempat yang lebih tinggi. Meski banjir belum sampai menenggelamkan rumah, arus air yang kencang membuat warga tetap waspada.

Beberapa pemotor dan pengendara sepeda terpaksa berhenti atau memutar arah karena genangan air terlalu tinggi untuk dilewati. Di Jalan Jet Sky, anak-anak dan orang tua pun tampak menunggu di tepian jalan untuk memastikan aman sebelum melintas.

Yuli, warga lain, menambahkan bahwa banjir kali ini terasa lebih cepat naik dibanding tahun-tahun sebelumnya. “Biasanya lama-lama naik, ini cuma beberapa jam saja sudah tinggi. Arus sungainya juga kencang, jadi kita semua harus ekstra hati-hati,” ujarnya.

Di beberapa titik, air mulai merendam halaman rumah, dan beberapa warga langsung menggunakan ember untuk menahan masuknya air ke dalam rumah. Meski demikian, sebagian besar genangan masih berada di jalan dan area terbuka, sehingga dampak langsung terhadap hunian belum luas.

Sementara itu, beberapa kendaraan roda dua yang nekat melintas sempat mogok karena ketinggian air. Warga pun mengingatkan satu sama lain agar tidak memaksakan melintasi jalan yang terendam.

Kejadian ini menjadi peringatan bagi masyarakat agar selalu waspada terhadap perubahan cuaca ekstrem dan potensi luapan sungai di musim hujan. Warga disarankan memantau ketinggian air secara mandiri dan menyiapkan perlindungan bagi harta benda serta keselamatan keluarga. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com