Iran menegaskan tidak ada aktivitas nuklir di Gunung Pickaxe dan menyebut tuduhan serta ancaman Amerika Serikat sebagai dalih untuk melakukan agresi terhadap Teheran.
TEHERAN – Pemerintah Iran menegaskan tidak terdapat aktivitas nuklir di kawasan Gunung Pickaxe atau Gunung Kolang. Penegasan itu disampaikan sebagai respons atas ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyatakan akan menyerang lokasi tersebut karena diduga menjadi kompleks nuklir bawah tanah milik Teheran.
Bantahan tersebut disampaikan oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, yang menyebut tuduhan terkait keberadaan fasilitas nuklir rahasia di Gunung Kolang sebagai alasan yang dibuat-buat untuk membenarkan tindakan militer terhadap Iran. Pernyataan itu, sebagaimana dilansir Detiknews, Kamis, (23/07/2026).
“Fokus obsesif Washington terhadap Kolang Kouh (Gunung Pickaxe-red), di mana tidak ada aktivitas nuklir yang berlangsung, tidak lebih dari sekadar dalih yang direkayasa untuk agresi, penghancuran, dan sabotase,” kata Baghaei dalam pernyataan melalui media sosial X.
Baghaei menambahkan, seluruh aktivitas nuklir Iran telah dilaporkan kepada Badan Energi Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA), yang merupakan badan pengawas nuklir di bawah Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Ia juga menilai ancaman maupun serangan yang berulang kali diarahkan AS terhadap fasilitas nuklir Iran bertentangan dengan Piagam PBB, hukum internasional, serta berbagai resolusi Dewan Gubernur IAEA dan Dewan Keamanan PBB.
Menurut Baghaei, tindakan tersebut menunjukkan sikap permusuhan Washington terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang dikembangkan Iran.
“Rakyat Iran berdiri teguh dan bersatu, siap menghadapi dengan kekuatan penuh segala bentuk tindakan permusuhan AS ataupun pelanggaran terhadap kedaulatan dan keamanan nasional negara mereka,” kata Baghaei. []
Redaksi1
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan