Iran Tegas Bantah Klaim Trump soal Permintaan Gencatan Senjata

Iran membantah keras klaim Presiden AS Donald Trump terkait permintaan gencatan senjata di tengah konflik yang masih berlangsung.

TEHERAN – Pemerintah Iran secara tegas membantah klaim Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang menyebut Teheran mulai melunak dan mengajukan permintaan perundingan untuk menghentikan perang yang telah memasuki bulan kedua.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baqaei, menegaskan bahwa pernyataan tersebut tidak sesuai fakta. “Pernyataan Trump tentang permintaan Iran untuk gencatan senjata adalah salah dan tidak berdasar,” ujarnya, sebagaimana dilansir Cnn Indonesia, Rabu, (01/04/2026).

Bantahan ini menjadi respons langsung atas pernyataan Trump yang sebelumnya mengklaim Iran telah menunjukkan sikap lebih terbuka terhadap negosiasi. Pernyataan tersebut disampaikan melalui media sosial miliknya, Truth Social, yang menyebut adanya perubahan sikap dari Presiden Iran Masoud Pezeshkian.

“Presiden rezim baru Iran, yang jauh kurang radikal dan jauh lebih cerdas daripada para pendahulunya, baru saja meminta gencatan senjata kepada Amerika Serikat!” kata Trump.

Trump juga mengaitkan kemungkinan perundingan dengan kondisi jalur pelayaran strategis dunia. “Kami akan mempertimbangkan saat Selat Hormuz terbuka, bebas, dan bersih.”

Ia bahkan menyampaikan ancaman lanjutan jika kondisi tersebut tidak terpenuhi. “Sampai saat itu, kami akan membombardir Iran hingga hancur lebur atau, seperti yang mereka katakan, kembali ke Zaman Batu!!!,” imbuhnya.

Di tengah saling klaim tersebut, konflik antara AS dan Iran yang didukung Israel terus berlanjut sejak akhir Februari. Serangan militer yang berlangsung lebih dari empat pekan ini memicu ketegangan kawasan, terutama terkait jalur distribusi energi global di Selat Hormuz.

Sejumlah sumber di pemerintahan AS juga menyebutkan bahwa Trump sempat mempertimbangkan penghentian perang meskipun akses Selat Hormuz belum sepenuhnya terbuka. Namun, pembahasan mengenai jalur pelayaran tersebut dinilai membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan target operasi militer yang telah ditetapkan.

Situasi ini menunjukkan belum adanya titik temu antara kedua pihak, sementara eskalasi konflik masih terus berlangsung. Pernyataan yang saling bertolak belakang antara Washington dan Teheran juga menandakan bahwa peluang perundingan damai dalam waktu dekat masih belum pasti. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com