Gambar Ilustrasi

Isi Gas 3 Kg Diduga Dikurangi, SPBE di Kotim Dipasangi Garis Polisi

KOTAWARINGIN TIMUR — Aktivitas pengisian gas bersubsidi di fasilitas milik PT NJM yang berada di Jalan Niaga, Kelurahan Pelangsian, mendadak dihentikan setelah aparat menemukan dugaan pengurangan isi tabung elpiji 3 kilogram. Penghentian sementara dilakukan usai tim gabungan dari Polda Kalimantan Tengah bersama Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kotawaringin Timur melakukan inspeksi mendadak di lokasi tersebut.

Pemeriksaan berlangsung pada Rabu (11/02/2026) sejak sore hingga malam hari dengan melibatkan sejumlah kendaraan operasional. Dalam pengujian lapangan, petugas melakukan penimbangan langsung terhadap puluhan tabung yang siap edar ke masyarakat.

Hasil uji awal menunjukkan adanya ketidaksesuaian berat isi. Dari sekitar 80 tabung yang diperiksa, sebagian diduga hanya berisi 2,7 hingga 2,8 kilogram, lebih rendah dari ketentuan 3 kilogram. Temuan ini segera ditindaklanjuti dengan pemasangan garis polisi di area pengisian untuk mencegah aktivitas lanjutan sebelum proses penyelidikan selesai.

Selain persoalan takaran, tim juga menemukan perbedaan prosedur pengisian. Beberapa tabung diketahui diisi terlebih dahulu sebelum ditimbang, sementara lainnya justru ditimbang sebelum proses pengisian. Pola yang tidak seragam tersebut kini menjadi fokus pendalaman aparat guna memastikan ada atau tidaknya pelanggaran standar operasional.

Langkah penertiban ini berawal dari keluhan masyarakat yang menilai gas cepat habis meski baru dibeli. Dugaan kerugian konsumen mendorong aparat melakukan pengecekan langsung di lapangan.

Pihak kepolisian menegaskan penyelidikan akan terus berlanjut untuk menelusuri penyebab berkurangnya isi tabung serta kemungkinan unsur pelanggaran hukum. “Kami masih mengumpulkan keterangan dan bukti teknis untuk memastikan sumber persoalan serta menentukan langkah hukum berikutnya,” ujar salah satu petugas di lokasi pemeriksaan.

Sementara itu, pemerintah daerah mengingatkan warga agar tidak ragu melaporkan jika menemukan tabung elpiji dengan berat mencurigakan. “Partisipasi masyarakat sangat penting agar distribusi gas bersubsidi benar-benar tepat ukuran dan tepat sasaran,” kata Kepala DiskopUKMMindag, Johny Tangkere, Jumat (13/02/2026).

Kasus ini kini sepenuhnya ditangani aparat kepolisian, sementara pengawasan distribusi gas bersubsidi di wilayah Kotawaringin Timur dipastikan akan diperketat guna melindungi hak konsumen. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com