Kasus dugaan perselingkuhan di Pontianak dilaporkan ke polisi setelah istri menggerebek suaminya di hotel bersama wanita lain.
PONTIANAK – Dugaan perselingkuhan berujung laporan ke kepolisian setelah seorang perempuan berinisial EP menggerebek suaminya, AL, yang diduga bersama wanita lain berinisial CRN di sebuah hotel kawasan Jalan Gajah Mada, Kota Pontianak, Rabu (25/03/2026) sekitar pukul 23.00 WIB.
Peristiwa tersebut kemudian dilaporkan ke Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pontianak untuk ditindaklanjuti secara hukum. Kuasa hukum EP, Rusliyadi, membenarkan bahwa kliennya telah mengambil langkah hukum atas dugaan hubungan terlarang tersebut. “Kasus dugaan hubungan terlarang antara AL dan CRN sudah kami laporkan ke pihak kepolisian Polresta Pontianak untuk dilakukan penyelidikan. Lantaran klien kami mengaku kalau suaminya telah selingkuh dengan wanita lain berinsial CRN hingga kedapatan ngamar di hotel,” ujarnya, sebagaimana dilansir Viva, Minggu, (29/03/2026).
Menurut Rusliyadi, pihaknya juga menyayangkan sikap petugas hotel yang diduga menghalangi kliennya saat hendak menemui suaminya di lokasi. Ia menyebut kliennya telah menunjukkan bukti sah sebagai istri. “Klien kami dihalang-halangi bertemu suaminya yang sedang bersama wanita oleh petugas reception dengan alasan privacy. Padahal klien kami menunjukah surat nikah. Atas dasar tersebut, maka kasus dugaan perselingkuhan kami laporkan ke polisi,” lanjutnya.
Ia menambahkan, laporan yang disampaikan ke kepolisian disertai sejumlah bukti yang dinilai kuat, di antaranya percakapan melalui aplikasi WhatsApp serta dugaan kedekatan intens antara AL dan CRN sebelum peristiwa penggerebekan. “Bukti kami sudah kuat sehingga setelah upaya hukum pidana akan kami siapkan hukum perdata hingga pengajuaan gugatan perceraian,” tambahnya.
Sementara itu, EP mengaku telah lama menaruh kecurigaan terhadap perilaku suaminya yang dinilai berubah, seperti sering bepergian dengan alasan tugas luar serta sulit dihubungi. “Sudah lama saya curiga, cuman saya positif thinking sembari mengumpulkan bukti. Dan benar saja kami dapatkan chat mesra suami dengan wanita lain hingga kami gerebek di hotel bersama aparat,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan kekecewaannya atas peristiwa tersebut. “Kesetian adalah pilihan dan penghianatan adalah keputusan. Ternyata rumah tangga yang aku bangun dengan ketulusan, runtuh karena seseorang yang paling aku percaya,” ucapnya.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terkait laporan tersebut. Kasus ini sekaligus menyoroti pentingnya penyelesaian persoalan rumah tangga melalui jalur hukum yang berlaku. []
Penulis: Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan