KOTAWARINGIN TIMUR – Memasuki Ramadan 1447 Hijriah, manajemen Lapas Kelas IIB Sampit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) melakukan perubahan signifikan pada pola layanan kunjungan keluarga warga binaan. Tak hanya itu, penguatan internal juga dilakukan guna mengantisipasi potensi gangguan keamanan selama bulan suci.
Kepala Lapas Kelas IIB Sampit, Muhammad Yani, menyampaikan bahwa penyesuaian jadwal kunjungan diterapkan agar aktivitas pembinaan dan ibadah warga binaan tetap berjalan khusyuk tanpa mengurangi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Selama Ramadan, waktu kunjungan kami atur mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WIB setiap hari. Ketentuan ini tidak berlaku pada hari libur nasional,” jelas Yani, Sabtu (21/2/2026).
Ia memaparkan, di hari biasa sebelum Ramadan, kunjungan dibuka pada pagi hari, yakni Senin sampai Sabtu pukul 09.00–11.00 WIB, dengan pengecualian hari Jumat yang berakhir lebih awal. Menurutnya, pergeseran waktu ini dirancang untuk menyesuaikan ritme ibadah puasa sekaligus menjaga stabilitas keamanan. “Penataan ulang jadwal ini merupakan strategi agar pelayanan publik tetap optimal, namun kondisi lapas tetap terkendali,” tegasnya.
Seluruh pengunjung diwajibkan mengikuti prosedur operasional standar. Proses verifikasi identitas, pendaftaran, hingga pemeriksaan badan dan barang di Pintu Utama (P2U) akan dilakukan secara ketat. “Kami tidak akan mengendurkan pengawasan. Pemeriksaan tetap dilaksanakan sesuai aturan demi menjamin keamanan bersama,” ujar Yani.
Tak hanya fokus pada layanan eksternal, jajaran internal lapas juga diperkuat. Sehari menjelang Ramadan, pihak lapas mengumpulkan perwakilan tamping keamanan (palkam) dari setiap kamar hunian untuk diberikan arahan khusus. Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat struktural, termasuk Kepala Kesatuan Pengamanan Lapas (KPLP) dan jajaran pengamanan.
Dalam pengarahan itu, isu kebersihan dan deteksi dini gangguan keamanan menjadi sorotan utama. Yani menekankan bahwa kebersihan kamar dan blok hunian berpengaruh langsung terhadap kenyamanan warga binaan selama berpuasa. “Kami minta seluruh perwakilan kamar aktif menjaga kebersihan dan segera melaporkan bila ada kerusakan fasilitas, sekecil apa pun. Pencegahan lebih penting daripada penanganan,” tandasnya.
Langkah ini diambil untuk memastikan suasana lapas tetap aman, tertib, dan kondusif sepanjang Ramadan, tanpa mengabaikan hak warga binaan untuk tetap terhubung dengan keluarga. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan