SAMARINDA – Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 20 Samarinda hingga pertengahan Februari 2026 belum kembali menerima program Makan Bergizi Gratis (MBG) setelah pada tahun 2025 sebelumnya hanya mendapatkan uji coba sebanyak dua kali. Pihak sekolah menyatakan masih menunggu kepastian lanjutan distribusi program yang dinilai sangat dibutuhkan oleh para siswa.
Hal tersebut disampaikan Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMKN 20 Samarinda, Sri Purwanti, kepada media ini saat ditemui di ruang Tata Usaha (TU) SMKN 20 Samarinda, Jalan Tatako, Sungai Kapih, Sambutan, Samarinda, Jumat (13/02/2026). Ia menjelaskan bahwa pada tahap awal, sekolah sempat menerima MBG dalam bentuk percobaan sebanyak dua kali penyaluran. Namun setelah itu, tidak ada lagi distribusi maupun pemberitahuan resmi terkait kelanjutannya.
“SMKN 20 kemarin hanya mendapat percobaan dua kali. Setelah itu ada informasi bahwa dapur penyedia akan diganti. Awalnya dari dapur SPPG di Pelita 3, lalu katanya akan dipindah ke dapur yang lebih dekat di daerah Sungai Kapih. Tetapi sampai sekarang belum ada konfirmasi lanjutan kepada kami,” ujar Wanti, sapaan akrabnya.

Menurut Wanti, ketidakjelasan informasi tersebut membuat pihak sekolah kesulitan memberikan penjelasan kepada siswa yang terus menanyakan kelanjutan program. Banyak siswa berharap MBG kembali disalurkan karena dinilai membantu kebutuhan gizi harian mereka.
“Sudah banyak siswa yang mempertanyakan dan berharap program MBG kembali berjalan. Namun kami juga tidak tahu harus menyampaikan ke mana aspirasi itu. Kami masih menunggu informasi resmi berikutnya,” kata Wanti.
Dia mengungkapkan jumlah siswa SMKN 20 Samarinda saat ini mencapai sekitar 1.050 orang. Seluruhnya belum kembali menerima manfaat MBG sejak uji coba terakhir dilakukan. Ia menilai jeda waktu antara uji coba dan realisasi lanjutan terbilang cukup lama.
“Kalau dihitung dari percobaan kemarin sampai sekarang, jedanya sudah cukup lama. Sementara siswa kami cukup banyak dan sebagian memang sangat membutuhkan,” tutur perempuan berhijab ini.
Pihak sekolah berharap program MBG, khususnya untuk SMKN 20 Samarinda, dapat segera direalisasikan kembali. Menurut Wanti, kondisi ekonomi sebagian orang tua siswa menjadi salah satu alasan pentingnya program tersebut.
“Harapan kami MBG untuk SMKN 20 segera direalisasikan. Di sekolah kami banyak siswa yang memang mengharapkan program ini karena kondisi ekonomi keluarga yang kurang mendukung,” tegas Wanti.
Hingga kini, SMKN 20 Samarinda masih menunggu kepastian dari pihak terkait mengenai kelanjutan distribusi MBG. Sementara itu, Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 17 Samarinda, yang lokasinya bersebelahan, telah menerima MBG pada Januari 2026 lalu. Wanti berharap Badan Gizi Nasional (BGN) dapat segera mengkomunikasikan kelanjutan program agar distribusi MBG dapat dilakukan kembali dan memberikan manfaat bagi seluruh siswa.
Kebutuhan akan MBG di SMKN 20 Samarinda menunjukkan pentingnya keberlanjutan program pemerintah ini, terutama untuk mendukung kesehatan dan pertumbuhan siswa. Program ini tidak hanya menjadi bantuan gizi bagi para siswa, tetapi juga menjadi penunjang kesejahteraan dan konsentrasi belajar di sekolah, sehingga keberadaannya diharapkan kembali dapat berjalan lancar. []
Penulis: Guntur Riyadi | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan