PT KAI Daop 1 Jakarta memeriksa dugaan pelanggaran yang melibatkan seorang pekerja setelah video pria berseragam KAI dalam insiden di minimarket Cibubur viral di media sosial.
JAWA BARAT – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi (Daop) 1 Jakarta melakukan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran yang melibatkan seorang pekerjanya setelah pria berseragam KAI menjadi sasaran amukan massa di sebuah minimarket kawasan Cibubur, Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat.
Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan kronologi kejadian dan mengumpulkan informasi dari pihak-pihak terkait. KAI menyatakan hasil pemeriksaan akan menjadi dasar dalam menentukan langkah perusahaan terhadap pekerja yang diduga terlibat.
Manajer Hubungan Masyarakat (Humas) KAI Daop 1 Jakarta Franoto Wibowo mengatakan pihaknya telah menerima informasi mengenai dugaan pelanggaran tersebut dan langsung melakukan koordinasi dengan pihak terkait.
“KAI Daop 1 Jakarta menghormati proses yang sedang berjalan dan akan mengambil langkah sesuai ketentuan perusahaan berdasarkan hasil pemeriksaan,” kata Franoto dalam keterangannya, Selasa (22/09/2026), sebagaimana diberitakan Cnn Indonesia, Rabu, (23/09/2026).
Kasus tersebut mencuat setelah video yang memperlihatkan seorang pria mengenakan seragam dan tanda pengenal KAI beredar luas di media sosial. Dalam video itu, pria tersebut tampak diseret petugas minimarket setelah diduga mengambil sejumlah barang.
Barang yang disebut dalam unggahan tersebut antara lain produk perawatan kulit (skincare) dan celemek. Dalam unggahan media sosial, pria itu disebut diduga mencuri barang di sebuah minimarket di Nagrak.
KAI tidak langsung menyimpulkan status maupun kesalahan pekerja tersebut. Perusahaan menyatakan proses pemeriksaan masih dilakukan untuk memperoleh gambaran kejadian secara lengkap sebelum menentukan tindakan berdasarkan aturan yang berlaku.
Selain menangani dugaan pelanggaran secara internal, KAI menyebut pembinaan pekerja terus dilakukan melalui penguatan etika kerja dan kepatuhan terhadap peraturan perusahaan. Peningkatan kompetensi pekerja juga menjadi bagian dari pembinaan tersebut.
“KAI berkomitmen menjaga integritas seluruh pekerja dan memastikan setiap dugaan pelanggaran ditangani secara profesional, objektif, serta sesuai ketentuan yang berlaku,” ucap dia.
Proses pemeriksaan tersebut menjadi tahapan penting bagi KAI untuk menentukan tindak lanjut atas kasus yang melibatkan pekerja perusahaan. Hingga pemeriksaan selesai, dugaan pelanggaran tersebut masih perlu ditempatkan sebagai bagian dari proses klarifikasi untuk memastikan fakta dan kronologi kejadian. []
Redaksi 03
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan