Kaltara Siap Go Internasional, Bandara Juwata Jadi Andalan

Bandara Juwata Tarakan menjajaki pembukaan rute internasional, dengan fokus awal Tarakan–Tawau, guna memperkuat konektivitas dan ekonomi Kaltara.

TARAKAN – Upaya menjadikan Bandara Internasional Juwata Tarakan sebagai pintu gerbang konektivitas internasional di Kalimantan Utara (Kaltara) terus dipercepat, dengan sejumlah maskapai mulai menjajaki pembukaan rute penerbangan luar negeri.

Kepala Bandara Juwata Tarakan, Bambang Hartato, menyampaikan bahwa pihaknya bersama pemerintah daerah dan pemangku kepentingan aktif membangun komunikasi dengan berbagai maskapai untuk menghadirkan penerbangan internasional reguler, sebagaimana dilansir Prokal.co, Selasa, (24/03/2026).

“Maskapai seperti AirAsia telah beberapa kali melakukan audiensi dengan kami. Selain itu, Susi Air juga menyatakan minat serius untuk menggarap rute Tarakan–Tawau. Saat ini, Susi Air masih dalam proses pengurusan perizinan foreign air operator certificate (AOC) sebagai syarat operasional penerbangan internasional,” ujarnya.

Rute Tarakan–Tawau dinilai menjadi yang paling realistis dalam waktu dekat karena didukung kedekatan geografis serta tingginya mobilitas masyarakat di wilayah perbatasan Indonesia–Malaysia.

Selain sektor penumpang, Bandara Juwata juga mulai mengembangkan potensi kargo internasional. Komunikasi telah dilakukan dengan perusahaan logistik untuk membuka jalur pengiriman langsung ke China, sementara maskapai nasional juga mulai melirik peluang penerbangan internasional dari Tarakan.

Namun demikian, Bambang mengakui bahwa realisasi rute internasional masih menghadapi tantangan, terutama dalam aspek business to business (B2B), seperti perhitungan tingkat keterisian penumpang (load factor), keberlanjutan rute, serta kesiapan mitra operasional di negara tujuan.

“Hambatan utamanya masih pada perhitungan bisnis. Maskapai tentu berhitung soal potensi pasar dan seberapa berkelanjutan rute tersebut nantinya,” jelasnya.

Meski demikian, optimisme tetap terjaga mengingat posisi strategis Tarakan sebagai wilayah perbatasan yang berpotensi menjadi hub ekonomi baru di Kaltara.

“Jika ini terwujud, masyarakat tidak perlu lagi transit ke kota lain untuk terbang ke luar negeri. Ini akan sangat memudahkan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi kita semua,” pungkas Bambang.

Pengembangan konektivitas internasional ini diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi daerah, mempercepat distribusi logistik, serta meningkatkan daya saing Kaltara di tingkat regional maupun global. []

Penulis: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com