Kampung Lutan Optimistis Mandiri 2028 Lewat Sayur dan Ayam Petelur

Program ketahanan pangan Kampung Lutan di Mahulu berkembang pesat dengan fokus pada sayur-mayur dan ayam petelur sebagai penggerak ekonomi lokal.

MAHAKAM ULU – Program ketahanan pangan di Kampung Lutan, Kecamatan Long Hubung, Kabupaten Mahakam Ulu (Mahulu) terus menunjukkan perkembangan positif sejak dimulai pada 2023, dengan fokus pada sektor sayur-mayur dan peternakan ayam petelur sebagai penggerak ekonomi kampung.

Petinggi Kampung Lutan Sukarni mengatakan, kedua sektor tersebut memiliki potensi besar dalam meningkatkan Pendapatan Asli Kampung (PAD) sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat setempat.

“Program ketahanan pangan Kampung Lutan sudah berjalan sejak 2023. Kita mulai dari sayur-mayur, dan alhamdulillah prospeknya cukup cerah untuk menjadi PAD kampung,” ujar Sukarni saat diwawancarai, Senin (30/3/2026).

Ia menjelaskan, pada 2024 pemerintah kampung mulai mengembangkan usaha ayam petelur yang hasilnya dinilai cukup signifikan, meskipun masih dihadapkan pada kendala tingginya biaya pakan.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah kampung berinovasi dengan memproduksi pakan secara mandiri menggunakan bahan lokal seperti dedak dan jagung.

“Kalau terus mengandalkan pakan dari luar, biayanya besar. Sekarang kita coba olah sendiri. Dedak kita punya, tinggal tanam jagung, dan beli konsentrat. Penghematannya cukup besar, dari sekitar 400 turun ke 300,” jelasnya.

Selain penguatan sektor produksi, program ini juga melibatkan masyarakat secara langsung. Sebanyak 20 kepala keluarga (KK) dibina sebagai mitra dalam pengelolaan usaha ayam petelur.

Sukarni menegaskan, pengembangan program akan terus dilakukan, termasuk memperluas lahan jagung sebagai bahan baku pakan serta meningkatkan produksi sayur dan telur guna memperkuat ketahanan pangan sekaligus ekonomi kampung.

“Harapan ke depan kita lebih giat lagi, menambah program ayam petelur, memperluas tanaman jagung dan sayur-mayur. Dengan pembinaan masyarakat, saya yakin tahun 2028 Lutan sudah benar-benar mandiri,” tegasnya.

Ia juga optimistis program tersebut mampu menekan angka pengangguran di kampung secara signifikan. “Saya yakin sekitar 80 persen masyarakat sudah bekerja, tinggal 20 persen sisanya,” pungkasnya.

Program ketahanan pangan di Kampung Lutan diharapkan menjadi model pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal di Mahulu, sekaligus mendorong kemandirian pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan. []

Penulis: Muhammad Jamaluddin | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com