Gambar Ilustrasi

Kebakaran Hebat di Nanga Pinoh, 7 Ruko Hangus

Kebakaran di Nanga Pinoh, Melawi, menghanguskan tujuh ruko akibat cepatnya penyebaran api di kawasan padat berbahan kayu.

MELAWI – Perayaan Idulfitri di Kabupaten Melawi, Kalimantan Barat, diwarnai kebakaran hebat yang melanda kawasan Kota Nanga Pinoh dan menghanguskan sedikitnya tujuh unit rumah toko (ruko), Selasa (24/03/2026) sekitar pukul 10.30 WIB.

Kebakaran terjadi di deretan bangunan berbahan kayu di kawasan Indomaret KM 2, Desa Paal. Api dengan cepat membesar dan merambat ke bangunan lain akibat material yang mudah terbakar serta kondisi bangunan yang saling berhimpitan.

Seorang warga setempat, Sanawiyah, menyebutkan bahwa jumlah bangunan yang terdampak cukup banyak, sebagaimana dilansir Pontianak Post, Selasa, (24/03/2026). “Ada sekitar tujuh ruko yang terbakar. Api cepat sekali membesar,” ujarnya.

Menindaklanjuti kejadian tersebut, tim pemadam kebakaran Badan Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (BSPBK) Nanga Pinoh bersama Tentara Nasional Indonesia (TNI), Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Palang Merah Indonesia (PMI), serta masyarakat setempat segera melakukan upaya pemadaman.

Petugas berjibaku mengendalikan kobaran api yang terus membesar. Proses pemadaman berlangsung cukup intens karena kondisi bangunan yang padat serta dominasi material kayu yang mempercepat penyebaran api.

Selain itu, keterbatasan akses menuju lokasi dan sumber air turut menjadi kendala dalam proses pemadaman di lapangan.

Setelah dilakukan upaya pemadaman selama beberapa waktu, api akhirnya berhasil dikendalikan berkat kerja sama lintas instansi dan partisipasi masyarakat.

Hingga saat ini, belum ada laporan terkait korban jiwa. Namun, kerugian material diperkirakan cukup besar akibat rusaknya sejumlah ruko dan barang dagangan milik warga.

Pihak berwenang masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran. Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, khususnya di kawasan permukiman padat dengan bangunan berbahan mudah terbakar.

Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi potensi kebakaran, terutama pada momen hari besar keagamaan yang biasanya diiringi aktivitas masyarakat yang meningkat. []

Penulis: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com