KUTAI TIMUR – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) menggelar Sosialisasi Lomba Inovasi Daerah di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutim, Rabu (18/02/2026). Kegiatan ini merupakan langkah strategis pemerintah daerah untuk memperkuat budaya inovasi sekaligus meningkatkan Indeks Inovasi Daerah (IID) Kabupaten Kutai Timur di tingkat nasional.
Sosialisasi tersebut dihadiri perwakilan perangkat daerah serta pemangku kepentingan terkait. Pemerintah daerah menilai inovasi menjadi salah satu indikator penting dalam mengukur kinerja tata kelola pemerintahan dan kualitas pelayanan publik.
Ketua Panitia, Juliansyah, menyampaikan bahwa pelaksanaan kegiatan ini merujuk pada kebijakan nasional tentang inovasi daerah sebagaimana diatur oleh Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia. Ia menegaskan bahwa lomba inovasi bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan instrumen evaluasi untuk melihat sejauh mana pemerintah daerah mampu menghadirkan terobosan yang berdampak nyata.
“Pelaksanaan lomba inovasi daerah bertujuan untuk mendorong lahirnya inovasi daerah yang bermanfaat dan berkelanjutan,” ujarnya.
Menurut Juliansyah, Pemerintah Kabupaten Kutai Timur berkomitmen untuk masuk dalam kategori daerah inovatif sesuai penilaian IID secara nasional. Ia berharap kegiatan ini mampu memacu perangkat daerah untuk lebih kreatif dalam merancang program dan kebijakan yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat.
Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan budaya inovasi tidak hanya di lingkungan pemerintah daerah, tetapi juga melibatkan masyarakat, kalangan akademisi, dan dunia usaha sebagai bagian dari ekosistem pembangunan daerah.
Sementara itu, Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor, menegaskan bahwa inovasi kini telah menjadi kebutuhan mendesak dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan daerah.
“Dengan perubahan yang cepat,tuntutan pelayanan publik yang semakin tinggi, serta tantangan pembangunan yang semakin kompleks. Kita dituntut untuk terus melahirkan solusi baru dan pendekatan yang lebih efektif serta efisien,” jelasnya.
Ia mengakui bahwa nilai perencanaan Kabupaten Kutai Timur selama ini masih tergolong rendah pada sektor inovasi karena belum adanya terobosan yang setara dengan level nasional. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang bagi seluruh perangkat daerah untuk melakukan pembenahan.
“Diharapkan kita mampu membuat inovasi-inovasi dalam konteks pelayanan kepada masyarakat. Tidak menutup kemungkinan juga bukan hanya pelayanan kepada masyarakat tapi seluruh kegiatan satu sistem ya,” pungkasnya.
Melalui sosialisasi ini, Pemkab Kutim berharap lahir gagasan-gagasan baru yang implementatif dan berkelanjutan, sehingga mampu meningkatkan kualitas layanan publik serta memperkuat daya saing daerah di tingkat nasional. []
Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan