Kopassus Turun Tangan, Nusantara Bersih dari Sampah

NUSANTARA — Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) menggerakkan aksi bersih-bersih sampah yang menyasar koridor jalan utama dari simpang km 38 hingga gerbang perbatasan Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) dan Kutai Kartanegara, Rabu (11/02/2026). Dalam kegiatan ini, tim berhasil mengumpulkan sekitar 3,5 ton sampah, sebagian besar berupa sampah domestik campuran.

Direktur Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana OIKN, Lazuardi Nasution, menegaskan bahwa aksi ini bukan sekadar membersihkan jalan, melainkan bagian dari peringatan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) 2026 dan dukungan terhadap program Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah).

“Kegiatan ini juga bagian dari program penanganan sampah terpadu sesuai arahan Presiden. Kami ingin masyarakat memahami bahwa menjaga lingkungan adalah tanggung jawab bersama,” kata Lazuardi.

Selain pembersihan jalan, OIKN melakukan sosialisasi program Forum Sahabat Emas Peduli Sampah Indonesia (Forsepsi) yang digagas Pegadaian. Tema kegiatan kali ini, “Memilah Sampah Menabung Emas”, mendorong masyarakat untuk memilah sampah plastik agar bisa ditukar melalui Reverse Vending Machine (RVM) yang sudah tersedia di Kawasan Inti Pusat Pemerintahan (KIPP) Nusantara.

“Botol plastik yang tadinya hanya menjadi sampah, sekarang bisa bernilai rupiah dan bahkan menabung emas. Ini cara kami membuat kesadaran lingkungan lebih menarik dan bernilai,” ujar Lazuardi.

Kegiatan bersih-bersih ini juga melibatkan personel Grup 4 Komando Pasukan Khusus (Kopassus), Balai Perhutanan Sosial Kutai Kartanegara, serta aparat kewilayahan dari Kecamatan Samboja Barat dan Kelurahan Sungai Merdeka. Aksi serupa sebelumnya telah dilakukan di lokasi wisata alam seperti Gunung Parung, Air Terjun Tembinus, dan Batu Dinding.

Kapten Lefitar dari Grup 4 Kopassus menambahkan, kehadiran pihaknya menunjukkan komitmen kolaborasi lintas instansi untuk mendukung program pemerintah. “Kolaborasi itu penting. Kami siap hadir dan ikut menjaga lingkungan,” ujarnya.

Melalui aksi ini, OIKN menekankan bahwa pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan memerlukan keterlibatan aktif masyarakat. Dengan memanfaatkan program RVM, masyarakat bukan hanya membantu membersihkan lingkungan, tetapi juga mendapat manfaat ekonomi langsung dari sampah plastik yang dikumpulkan.

Lazuardi menutup, “Kami berharap kesadaran ini terus menular. Membersihkan kawasan IKN bukan sekadar pekerjaan petugas, tapi tanggung jawab kita semua untuk masa depan yang lebih bersih dan lestari.” []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com