KPC Salurkan Beasiswa untuk Ratusan Pelajar dan Mahasiswa Kutim

KUTAI TIMUR – PT Kaltim Prima Coal (KPC) kembali menegaskan komitmennya dalam mendukung kemajuan pendidikan di Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Melalui program Corporate Social Responsibility (CSR), perusahaan tambang batu bara tersebut secara berkelanjutan menyalurkan beasiswa bagi masyarakat di wilayah operasionalnya, khususnya di kawasan Ring 1 KPC.

Komitmen tersebut disampaikan Superintendent Community Health and Education KPC, Febriana Kurniasari, dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang Meranti Kantor Bupati Kutim, Jumat (13/02/2026). Ia menjelaskan, salah satu program unggulan yang saat ini berjalan adalah Beasiswa Berdaya, yang kembali memberikan bantuan pendidikan kepada ratusan mahasiswa pada tahun ini.

“Untuk mahasiswa, total penerima saat ini ada 165 orang, sementara sebelumnya ada sekitar 114 orang. Jadi secara akumulatif, sekitar 270 hingga 280 mahasiswa telah menerima manfaat dari Beasiswa Berdaya ini,” ujar Febriana.

Beasiswa Berdaya dirancang untuk menyasar masyarakat kurang mampu agar tetap dapat melanjutkan pendidikan tanpa terkendala biaya. Tahun ini, terdapat kuota hingga 165 penerima yang difokuskan bagi keluarga prasejahtera, mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA.

Dalam proses seleksi, KPC menerapkan sistem penilaian yang ketat agar bantuan tepat sasaran. Penilaian tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga mempertimbangkan kondisi ekonomi keluarga calon penerima.

“Jadi kita tuh ada scoring sistem namanya. Itu untuk melihat SD, SMP, SMA, dan KTP-nya ada di Kutai Timur, untuk melihat sistem kelokalannya. Yang kedua kita melihat dari orang tuanya, terus pendapatannya, rumahnya bahkan kita lihat,” paparnya.

Ia menegaskan, tujuan utama Beasiswa Berdaya adalah merangkul masyarakat kurang mampu agar tetap memperoleh akses pendidikan tanpa terbebani persyaratan nilai akademis yang tinggi.

Selain Beasiswa Berdaya, KPC juga menjalankan program Beasiswa Mengabdi. Program ini dirancang melalui kerja sama atau nota kesepahaman (MoU) dengan instansi tertentu di Kutai Timur.

“Untuk program Mengabdi, kita kerja sama dengan suatu instansi terlebih dahulu. Setelah itu, kita mencari kandidat yang berkenan dan memenuhi syarat melalui serangkaian tes,” jelas Febriana.

Penerima Beasiswa Mengabdi memiliki ikatan khusus. Setelah menyelesaikan pendidikan, mereka diwajibkan kembali ke Sangatta untuk bekerja dan mengabdi di instansi yang telah ditetapkan sejak awal kerja sama.

Terkait jangkauan wilayah penerima, KPC menerapkan aturan zonasi yang ketat. Program beasiswa ini difokuskan bagi masyarakat yang berada di wilayah operasional perusahaan.

“Terkait zonasi, fokus kami hanya di wilayah Ring 1 KPC yang mencakup empat kecamatan, yakni Sangatta Utara, Sangatta Selatan, Rantau Pulung, dan Bengalon,” pungkasnya.

Melalui dua program tersebut, KPC berharap dapat terus berkontribusi dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kutai Timur sekaligus memperluas akses pendidikan bagi masyarakat prasejahtera. []

Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com