Pelaku penikaman di Tarakan berhasil diamankan dalam waktu kurang dari 24 jam, sementara polisi fokus menjaga situasi tetap kondusif di tengah dugaan keterkaitan dengan narkoba.
TARAKAN – Kepolisian bergerak cepat meredam potensi konflik sosial usai kasus penikaman yang menewaskan seorang warga di Kota Tarakan dengan mengamankan pelaku dalam waktu kurang dari 24 jam, sekaligus menelusuri dugaan keterkaitan peristiwa tersebut dengan narkoba, Sabtu (28/03/2026).
Langkah cepat tersebut diambil untuk menjaga stabilitas keamanan setelah insiden berdarah itu sempat memicu reaksi sejumlah kelompok masyarakat. Aparat juga langsung memperkuat pengamanan di sejumlah titik guna mengantisipasi gangguan ketertiban dan keamanan masyarakat.
Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Kalimantan Utara (Kaltara) Djati Wiyoto Abadi menjelaskan, hasil penyelidikan awal mengindikasikan adanya kaitan antara kasus tersebut dengan peredaran narkoba.
“Dari hasil penyelidikan sementara, kasus ini berkaitan dengan narkoba. Pelaku sudah berhasil kami amankan dalam waktu kurang dari 24 jam,” ujar Kapolda Kaltara.
Penanganan perkara dilakukan oleh Kepolisian Resor (Polres) Tarakan dengan dukungan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) dan Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Kaltara. Upaya ini dilakukan untuk mempercepat pengungkapan sekaligus memastikan situasi tetap terkendali.
Sebelumnya, insiden tersebut sempat memancing perhatian masyarakat, termasuk komunitas suku Timor yang mendatangi Markas Kepolisian Resor (Mapolres) Tarakan untuk meminta kejelasan perkembangan kasus. Respons cepat aparat dinilai penting untuk mencegah eskalasi konflik yang lebih luas.
Kapolda Kaltara menegaskan bahwa proses hukum terhadap pelaku akan dilakukan secara tegas sesuai ketentuan yang berlaku, sekaligus mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan tidak terprovokasi.
“Kami mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi. Percayakan penanganan kasus ini kepada kepolisian,” tegasnya, sebagaimana diberitakan Kaltaraaktual, Sabtu, (28/03/2026).
Ia menambahkan, kondisi keamanan di Tarakan saat ini berangsur kondusif dengan pengawasan intensif dari aparat kepolisian guna mencegah potensi gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas).[]
Redaksi4
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan