KAYONG UTARA — Kebakaran lahan di kawasan Jalan Bhayangkara, Komplek Perumahan Villa Anugrah 1, sempat membuat warga panik pada Senin (09/02/2026) sekitar pukul 14.00 WIB. Kobaran api yang muncul dari lahan kosong di belakang permukiman dikhawatirkan merembet ke rumah penduduk sebelum akhirnya berhasil dikendalikan petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kayong Utara.
Kejadian bermula dari munculnya asap tebal yang terlihat warga di sekitar area kosong tersebut. Dalam waktu singkat, asap berubah menjadi api yang terus membesar dan bergerak mendekati bagian belakang rumah warga. Situasi itu mendorong masyarakat segera melapor agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat.
Salah seorang warga, Riski, mengaku awalnya hanya melihat kepulan asap tanpa menyangka api akan cepat membesar. “Beruntung petugas BPBD segera datang. Di lingkungan kami masih ada sumber air dari parit sehingga api bisa dipadamkan sebelum menjalar ke rumah. Kalau hanya mengandalkan air keran, rasanya sulit mengatasi api sebesar itu,” ujarnya.
Ia juga berharap ada tindakan tegas apabila kebakaran dipicu unsur kelalaian maupun kesengajaan. Menurutnya, kondisi cuaca panas dalam beberapa pekan terakhir membuat wilayah tersebut sangat rentan terbakar. “Saat cuaca kering seperti sekarang, api mudah sekali menyebar dan dampaknya bisa merugikan banyak orang,” tambahnya.
Kepala Pelaksana BPBD Kayong Utara, Fathul Bahri, menegaskan pihaknya terus melakukan langkah pencegahan melalui sosialisasi hingga pemasangan papan larangan membakar lahan di sejumlah titik rawan. Upaya tersebut ditujukan untuk menekan risiko kebakaran yang dapat mengancam keselamatan warga dan menimbulkan kerugian besar.
Ia mengingatkan bahwa pembakaran hutan dan lahan memiliki konsekuensi hukum berat. “Undang-Undang Nomor 41 Tahun 1999 tentang Kehutanan mengatur ancaman pidana hingga 15 tahun penjara serta denda maksimal Rp5 miliar bagi pelaku pembakaran. Karena itu kami berharap masyarakat tidak melakukan tindakan yang dapat memicu kebakaran,” tegasnya.
Peristiwa ini kembali menjadi pengingat pentingnya kewaspadaan bersama, terutama di tengah cuaca panas yang meningkatkan potensi kebakaran lahan di sekitar permukiman. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan