NUNUKAN — Kegiatan reses kembali dimanfaatkan anggota legislatif, Andi Fajrul Syam, untuk mendengar langsung persoalan yang dihadapi masyarakat di Kecamatan Nunukan Selatan, Minggu (15/02/2026) malam. Sekitar 200 warga hadir dalam pertemuan tersebut, bersama unsur pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, perangkat daerah, hingga pengurus komite sekolah.
Forum tatap muka itu berubah menjadi ruang curhat publik. Warga menyampaikan beragam persoalan yang menyentuh kebutuhan dasar, mulai dari kebersihan lingkungan, kerusakan jalan, fasilitas rumah ibadah, administrasi kependudukan, hingga pendidikan dan distribusi pupuk bagi petani.
Masalah sampah rumah tangga menjadi keluhan paling sering disuarakan. Tumpukan sampah di sejumlah titik permukiman dinilai berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan. Warga meminta tambahan tempat pembuangan serta jadwal pengangkutan yang lebih rutin agar lingkungan tetap bersih.
Keluhan lain datang dari RT 05 Teritip terkait kondisi jalan lingkungan yang rusak berat. Ketua RT setempat menuturkan akses kendaraan kerap terhambat, terutama saat hujan mengguyur wilayah tersebut. “Kerusakan jalan sudah berlangsung lama. Ketika hujan turun, kendaraan sulit melintas. Kami berharap ada perbaikan segera, termasuk pembangunan septik tank untuk toilet umum,” ungkapnya, sebagaimana dilansir laman resmi Pemerintah Kabupaten Nunukan.
Dari kelompok ibu-ibu, muncul usulan bantuan pendingin ruangan untuk musala demi meningkatkan kenyamanan beribadah. Sementara itu, persoalan administrasi kependudukan juga mencuat setelah sejumlah warga pendatang dari Sulawesi belum memiliki surat pindah, sehingga berdampak pada akses layanan publik.
Di sektor pendidikan, pihak komite sekolah melaporkan siswa pindahan belum dapat menerima dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) karena dokumen kependudukan belum lengkap. Kerusakan plafon sekolah serta keberadaan puluhan siswa titipan di SD 005 turut menjadi perhatian mendesak.
Kelompok petani pun menyampaikan keresahan serupa. Distribusi pupuk dianggap belum merata dan lebih banyak menjangkau kelompok tertentu. Mereka berharap akses pupuk dibuka lebih luas agar petani mandiri juga memperoleh dukungan yang sama. Selain itu, warga meminta perbaikan jembatan menuju Mabbettang serta penambahan penerangan jalan lingkungan untuk menunjang aktivitas malam hari.
Menanggapi berbagai masukan tersebut, Andi Fajrul memastikan seluruh aspirasi telah dihimpun sebagai bahan pembahasan di tingkat legislatif. Ia menekankan pentingnya koordinasi lintas instansi agar persoalan kebersihan, infrastruktur, pendidikan, hingga fasilitas umum dapat segera ditindaklanjuti.
“Seluruh aspirasi warga sudah saya terima dan dicatat. Perbaikan jalan, penanganan sampah, pendidikan, serta fasilitas umum akan dikoordinasikan dengan instansi terkait agar bisa direalisasikan melalui pembahasan DPRD bersama OPD,” tegasnya.
Ia juga menilai sinergi antara pemerintah daerah, aparat kelurahan, serta masyarakat menjadi kunci penyelesaian persoalan mendasar di wilayah permukiman. Dukungan data dari RT dan tokoh masyarakat disebut akan memperkuat pembahasan dalam rapat kerja dengan dinas teknis, khususnya terkait layanan dasar dan pembangunan infrastruktur. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan