Listrik Baru Bengkayang Menggeliat, Jalan Jadi Ujian

BENGKAYANG – Pemerintah Kabupaten Bengkayang terus mematangkan rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Mikrohidro (PLTMH) di Kecamatan Tujuh Belas dengan menitikberatkan kesiapan teknis, administrasi, serta dampak sosial sebelum konstruksi dimulai.

Peninjauan lokasi dilakukan langsung oleh Bupati Bengkayang, Sebastianus Darwis, guna memastikan kesiapan lahan, akses kerja, dan infrastruktur pendukung proyek. Ia menegaskan bahwa pemetaan kondisi lapangan menjadi langkah penting agar pembangunan tidak memunculkan persoalan baru di tengah masyarakat.

“Identifikasi awal kondisi lapangan penting untuk memetakan potensi kendala, baik teknis maupun sosial, agar proyek dapat berjalan sesuai rencana dan tidak menimbulkan persoalan baru di masyarakat,” ujarnya, Minggu (15/02/2026).

Selain aspek teknis, pemerintah daerah juga menyiapkan kelengkapan dokumen administrasi serta memperkuat koordinasi lintas perangkat daerah agar tahapan pembangunan tidak terhambat regulasi. “Pembangunan PLTMH ini diproyeksikan mendukung pemenuhan kebutuhan listrik masyarakat sekaligus memperkuat ketahanan energi daerah berbasis energi terbarukan,” kata Darwis.

Di sisi lain, masukan masyarakat turut menjadi perhatian, khususnya terkait kondisi jalan yang akan digunakan selama aktivitas proyek. Pemerintah kabupaten mengakui pembangunan jalan merupakan kewenangan daerah, namun realisasinya masih menyesuaikan kemampuan anggaran yang terbatas. “Kita akan selalu membangun komunikasi dengan masyarakat serta mengedepankan kearifan lokal dalam tahap persiapan pembangunan, begitu juga dengan investor,” tambahnya.

Dukungan terhadap proyek PLTMH juga datang dari warga. Tokoh masyarakat Dusun Segonde, Dominikus, menyatakan masyarakat tidak menolak pembangunan, tetapi berharap ada kepastian kontribusi terhadap infrastruktur dasar. “Kami mendukung pembangunan, tapi jalan ini dipakai setiap hari oleh warga. Kalau rusak dan tidak diperbaiki, risikonya besar,” tuturnya.

Senada, Ketua Adat Dusun Segonde, Acut, menilai kesepakatan yang jelas antara pemerintah, perusahaan, dan masyarakat perlu dibangun sejak awal. “Semoga proses persiapan pembangunan PLTMH disertai sosialisasi yang memadai kepada warga terdampak langsung, karena komunikasi terbuka diperlukan agar masyarakat memahami tahapan pembangunan dan dampaknya,” ujarnya.

Dengan pematangan berbagai aspek tersebut, pembangunan PLTMH di Bengkayang diharapkan mampu menghadirkan pasokan listrik baru sekaligus berjalan selaras dengan kebutuhan sosial masyarakat sekitar. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com