Menaker menilai sektor industri kreatif mampu memperkaya model pembelajaran kerja dalam Program Magang Nasional sekaligus membuka peluang kerja baru.
JAWA TENGAH – Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Yassierli, menilai industri kreatif berpotensi menjadi laboratorium pengembangan Program Magang Nasional (MagangHub). Sektor ini dinilai mampu menghadirkan pengalaman kerja yang berbeda sekaligus membuka peluang penyerapan tenaga kerja dari sektor ekonomi baru yang terus berkembang.
Hal tersebut disampaikan Menaker saat meninjau pelaksanaan program magang di PT Rasa Kreasi Karya (Tandhok Space), Kota Semarang, Jawa Tengah, Selasa (31/03/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung model pembelajaran kerja di sektor kreatif yang dinilai mampu meningkatkan keterampilan dan kesiapan kerja peserta.
“Kami memilih lokasi ini karena melihat ada perusahan rintisan berbasis ekonomi kreatif yang unik. Sebelumnya kami telah meninjau pelaksanaan magang di perusahaan manufaktur, jasa, media, hingga perbankan. Kami ingin memastikan pelaksanaan magang nasional ini benar-benar memberikan pengalaman dan peningkatan kompetensi bagi peserta,” ujar Menaker.
Menurutnya, industri kreatif memiliki karakteristik khas yang menuntut adaptasi, kreativitas, kolaborasi, serta ketepatan eksekusi. Hal tersebut menjadikan sektor ini sebagai ruang pembelajaran yang efektif untuk menguji dan memperkaya model pemagangan di luar sektor konvensional.
“Kami melihat ini sebagai sesuatu yang positif. Industri kreatif merupakan sektor yang perlu didukung karena dapat membuka lapangan kerja dan menumbuhkan industri di Indonesia,” katanya.
Dalam kunjungan tersebut, Menaker juga berdialog langsung dengan peserta dan mentor MagangHub guna memastikan program tidak sekadar bersifat administratif, tetapi benar-benar memberikan pengalaman kerja nyata, pendampingan, serta penguatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.
Ia menjelaskan, program pemagangan dirancang berlangsung selama enam bulan dengan sistem pendampingan mentor serta pencatatan aktivitas pembelajaran harian sebagai bagian dari evaluasi perkembangan kompetensi peserta.
“Sasaran utama magang adalah penyiapan tenaga kerja agar siap bekerja. Sebelum magang, banyak peserta merupakan fresh graduate tanpa pengalaman. Setelah enam bulan, mereka memiliki pengalaman kerja dan sertifikat magang sehingga kompetensinya meningkat,” ujar Menaker.
Meski bukan tujuan utama, Menaker mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan kerap merekrut peserta magang setelah program berakhir karena dinilai telah memiliki kompetensi dan kontribusi yang memadai.
“Di beberapa tempat, perusahaan akhirnya merekrut peserta karena sudah enam bulan bekerja bersama dan dinilai siap. Itu memang bukan tujuan utama, tetapi menjadi dampak positif dari program ini,” pungkasnya.
Secara data, mitra penyelenggara pemagangan nasional di Jawa Tengah mencapai 700 mitra dengan jumlah peserta 8.518 orang. Sementara di Kota Semarang terdapat 153 mitra dengan total peserta magang sebanyak 1.687 orang. Program ini diharapkan terus berkembang untuk mendukung penyiapan tenaga kerja yang kompeten dan adaptif terhadap kebutuhan industri. []
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan