Oleh: Amy Maulana
Expert Rusia-Indonesia, ANO Center for Mediastrategi
BATAYSKY – Pameran kebudayaan Indonesia bertajuk “Indonesia–Mutiara Asia” resmi dibuka di Museum Sejarah Kota Bataysky pada 3 April 2026. Pembukaan kegiatan ini disambut dengan apresiasi dari pejabat setempat yang menilai pameran tersebut berpotensi mempererat hubungan bilateral Indonesia dan Rusia.
Pameran yang berlangsung hingga 30 Mei 2026 ini menampilkan keragaman budaya Indonesia, meliputi karya seni, alat musik tradisional, busana adat, serta kerajinan tangan. Kegiatan ini diselenggarakan oleh Museum Sejarah Kota Bataysky, Yayasan Donskoy Rerikhov, dan ANO Center for Mediastrategi dengan dukungan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Moskow (KBRI Moskow).
Pembukaan acara dilakukan oleh Ketua Duma Kota Bataysky, Oksana Aleksevna Tumko, yang ditandai dengan seremoni penyerahan buku sebagai simbol kerja sama budaya. Setelah pembukaan, pengunjung diajak meninjau koleksi pameran serta menyaksikan tayangan video mengenai hubungan Indonesia–Rusia dan tradisi kesenian Indonesia.
Penyelenggaraan kegiatan ini tidak terlepas dari peran aktif diaspora Indonesia yang tergabung dalam komunitas masyarakat Indonesia di Rostov-on-Don dan sekitarnya. Mereka terlibat sejak tahap persiapan, mulai dari dukungan logistik, penerjemahan materi pameran ke dalam bahasa Rusia, hingga menjadi sukarelawan pada hari pembukaan.
Sejumlah diaspora juga tampil mengenakan busana adat Nusantara untuk menyambut tamu undangan. Kehadiran mereka menghadirkan nuansa kultural yang autentik dan memperkuat daya tarik pameran di mata pengunjung Rusia. Selain itu, pengunjung disuguhkan penampilan seni berupa lagu dan tari tradisional, serta menerima cendera mata berupa permen Kopiko, salah satu produk Indonesia yang telah memasuki pasar Rusia.
Oksana Aleksevna Tumko menyampaikan apresiasinya terhadap penyelenggaraan kegiatan tersebut. “Suatu kehormatan bagi kami kota Bataysky menjadi tuan rumah acara ini, dan berharap acara ini dapat meningkatkan hubungan kedua negara,” ungkapnya pada 3 April 2026.
Pameran ini mencerminkan penguatan diplomasi budaya Indonesia di tengah dinamika geopolitik global. Partisipasi diaspora Indonesia menunjukkan bahwa komunitas di luar negeri memiliki peran strategis sebagai penghubung budaya sekaligus penggerak promosi ekonomi kreatif.
Dalam perspektif yang lebih luas, kegiatan ini memperlihatkan bahwa diplomasi tidak hanya dijalankan melalui jalur formal antarnegara, tetapi juga melalui interaksi sosial-budaya yang melibatkan masyarakat secara langsung. Dukungan diaspora memperkuat citra Indonesia sebagai negara dengan kekayaan budaya yang inklusif serta mampu berkontribusi dalam membangun hubungan internasional yang konstruktif. []
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan