Polisi masih memburu pelaku pencurian emas 200 gram di Bontang yang menggunakan pelat palsu dan menutupi identitas.
BONTANG – Kepolisian masih kesulitan mengungkap pelaku pencurian tas berisi emas 200 gram dan uang tunai Rp30 juta di toko sembako milik Hj Hasna di Jalan Juanda, Kelurahan Tanjung Laut Indah.
Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Bontang Selatan Muhammad Rakib Rais mengungkapkan, meskipun rekaman kamera pengawas (Closed Circuit Television/CCTV) telah diamankan, identitas pelaku hingga kini belum terdeteksi.
“Pelaku menggunakan pelat palsu. Saat beraksi juga memakai helm dan masker,” ujarnya, sebagaimana dilansir Bontangpost.id Jumat (27/03/2026).
Menurutnya, penggunaan pelat nomor palsu serta penutupan identitas membuat pelaku sulit dikenali, sehingga proses pelacakan mengalami kendala.
Polisi telah mengantongi ciri-ciri pelaku dan menyebarkannya ke sejumlah wilayah di Kota Bontang, namun hingga saat ini belum ditemukan kecocokan dengan identitas yang dicurigai.
“Kami sudah kantongi ciri-ciri dan sebar ke beberapa wilayah, tapi belum ada yang cocok,” ungkapnya.
Berdasarkan hasil penyelidikan sementara, pelaku diduga bukan warga setempat dan kemungkinan telah meninggalkan wilayah Bontang setelah melakukan aksinya.
“Kami menduga pelaku orang luar dan saat ini sudah tidak berada di Bontang,” tambahnya.
Polisi juga menduga pelaku beraksi seorang diri dan telah melakukan aksi serupa lebih dari sekali dengan modus mengalihkan perhatian korban.
“Dugaannya satu orang dan sudah dua kali beraksi dengan modus yang sama,” pungkasnya.
Meski menghadapi kendala, kepolisian memastikan proses penyelidikan tetap berjalan dengan memperkuat koordinasi lintas wilayah guna mengantisipasi kemungkinan pelaku kembali beraksi.
Kasus ini menjadi perhatian karena nilai kerugian yang cukup besar serta modus pelaku yang dinilai terencana dan berulang. []
Penulis: Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan