Mojtaba Khamenei Disebut Berpotensi Pimpin Salat Jenazah Ayahnya

Iran menyiapkan prosesi pemakaman lima hari untuk Ayatollah Ali Khamenei dengan pengamanan ketat dan rute lintas negara guna menghindari insiden kerumunan seperti pemakaman tokoh sebelumnya.

TEHERAN – Pemerintah Iran menyiapkan rangkaian pemakaman kenegaraan selama lima hari untuk Ayatollah Ali Khamenei, mantan Pemimpin Tertinggi Iran, yang dijadwalkan dimakamkan pada 9 Juli mendatang setelah wafat pada hari pertama konflik bersenjata Iran dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel pada 28 Februari. Persiapan besar ini dilakukan dengan fokus utama pada pengendalian massa dan keamanan untuk mencegah terulangnya insiden desak-desakan dalam pemakaman tokoh besar sebelumnya.

Rangkaian prosesi pemakaman akan dimulai dengan penyemayaman jenazah selama tiga hari di kompleks ibadah Mosalla, Teheran, sebelum dilanjutkan dengan arak-arakan menuju sejumlah kota penting di Iran dan Irak. Setelah itu, jenazah akan dibawa ke kota-kota suci Syiah di Irak, yakni Najaf dan Karbala, sebelum kembali ke Iran untuk rangkaian upacara di Qom dan pemakaman akhir di Mashhad, kota kelahiran Khamenei, tepatnya di kompleks makam Imam Reza, Imam Kedelapan dalam tradisi Islam Syiah.

Iran International sebagaimana diberitakan SindoNews, Jumat, (03/07/2026), melaporkan bahwa pemerintah Iran juga menyiapkan skema pengamanan ketat untuk menghindari insiden serupa tragedi pemakaman Ayatollah Ruhollah Khomeini dan Jenderal Qasem Soleimani yang sebelumnya menimbulkan korban akibat kepadatan massa.

Pemerintah Provinsi (Pemprov) Razavi Khorasan melalui Gubernur Razavi Khorasan (Gubernur) Gholamhossein Mozaffari menyebutkan bahwa pengendalian kerumunan menjadi prioritas utama dalam seluruh rangkaian prosesi. Ia juga mengungkapkan kemungkinan penggunaan helikopter untuk mendukung mobilisasi dan pengamanan jalannya prosesi pemakaman di wilayah Mashhad.

“Rencana Keamanan Para pejabat Iran mengatakan pengendalian massa dan keamanan akan menjadi prioritas utama mereka selama pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Gholamhossein Mozaffari, gubernur Provinsi Razavi Khorasan, tempat Khamenei akan dimakamkan, mengatakan helikopter dapat dikerahkan selama sebagian prosesi untuk membantu mengelola kerumunan dan memastikan pergerakan peti mati yang aman,” demikian pernyataan yang dikutip dari laporan tersebut.

Hingga saat ini, otoritas Iran belum mengumumkan secara resmi siapa yang akan memimpin salat jenazah, yang secara tradisional menjadi salah satu momen paling sakral dalam prosesi pemakaman pemimpin agama tertinggi di negara itu.

Nama Mojtaba Khamenei, putra Khamenei yang disebut-sebut memiliki pengaruh politik besar, juga belum dikonfirmasi akan tampil dalam prosesi tersebut. Sejumlah pengamat menilai, jika hadir, ia berpotensi memainkan peran simbolik dalam upacara keagamaan tersebut, meski belum ada pernyataan resmi dari pemerintah Iran.

Di tengah persiapan besar tersebut, perhatian publik juga tertuju pada sensitivitas ritual pemakaman dalam tradisi Syiah, termasuk larangan pembalseman dalam ajaran Islam yang turut memengaruhi proses penanganan jenazah di Iran.

Rangkaian pemakaman ini diperkirakan akan menjadi salah satu prosesi kenegaraan terbesar di Iran dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus mencerminkan dinamika politik dan keagamaan yang masih berlangsung di tengah ketegangan kawasan Timur Tengah. []

Redaksi08

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com