Musrenbang Sangatta Utara 2026 Soroti Drainase, Sampah, dan Stunting

KUTAI TIMUR — Sebanyak 80 usulan program berhasil dihimpun dari tiga desa dan satu kelurahan dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kecamatan Sangatta Utara, yang berlangsung selama dua hari, 11–12 Februari 2026. Rata-rata setiap desa menyumbang 20 usulan yang dibahas secara rinci dalam forum tersebut.

Camat Sangatta Utara, Hasdiah Dohi, menjelaskan bahwa ada tiga bidang utama yang menjadi sorotan Musrenbang. Salah satunya adalah isu infrastruktur, khususnya terkait penanganan banjir lokal yang kerap mengganggu aktivitas warga. “Dari tiga bidang yang diusulkan itu, yang banyak kami soroti terutama infrastruktur, khususnya drainase di Sangatta Utara,” ujar Hasdiah di Kantor BPU Kecamatan Sangatta Utara, Kamis (12/02/2026).

Hasdiah menambahkan, normalisasi drainase di sepanjang Jalan Yos Sudarso 1 hingga Yos Sudarso 4 menjadi kebutuhan mendesak. Sedimentasi dan sumbatan pada saluran utama menjadi pemicu utama meluapnya air ke pemukiman dan fasilitas pendidikan.

“Kalau kita lihat, banjir lokal yang sering terjadi pada saat musim hujan itu, gang-gang airnya tersumbat masuk di rumah, sama sekolah-sekolah. Makanya kami meminta untuk dilancarkan drainase karena pembuangan dari gang itu ke Yos Sudarso. Tujuannya untuk ke sungai. Sedangkan Yos Sudarso enggak bisa masuk air karena sumbatan itu. Itu yang kita minta dinormalisasi,” jelasnya.

Selain drainase, pengelolaan sampah juga menjadi isu krusial. Hasdiah menegaskan pengadaan sarana dan prasarana persampahan selalu menjadi usulan rutin setiap Musrenbang, mengingat Sangatta Utara merupakan pusat pemerintahan kabupaten dengan populasi padat. “Sarana dan prasarana persampahan. Itu tiap saat kami masukkan. Setiap ada Musrenbang,” tegasnya.

Di bidang kesehatan, forum Musrenbang menyoroti data stunting yang cukup signifikan. Tercatat ada 345 anak dan 3.686 keluarga di Sangatta Utara yang berisiko stunting. Untuk menekan angka tersebut, pihak kecamatan mulai menyisir layanan dasar, termasuk energi dan air bersih.

Masih terdapat 11 titik di 11 RT yang belum teraliri listrik, serta 915 Kepala Keluarga yang belum menikmati layanan air bersih dari PDAM. “Kami tadi sudah ngobrol dengan PDAM bahwa air itu permasalahannya di mana. Ternyata ini kita masih akan bertemu kembali untuk mengecek masing-masing lokasi akan turun dari PDAM dan PLN juga, akan turun bersama-sama dengan kecamatan dan desa untuk melihat titik-titik mana yang belum dan permasalahannya apa,” ungkap Hasdiah.

Hasdiah menegaskan bahwa usulan yang belum terealisasi tahun sebelumnya tetap menjadi prioritas dalam daftar tahun ini. “ Itu tetap kami usulkan karena betul-betul skala prioritas bagi masyarakat Sangatta Utara,” pungkasnya. []

Penulis: Butsainah Yusri | Penyunting: Nursiah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com