Nunukan Selatan Fokus Program Mendesak

NUNUKAN — Ratusan aspirasi warga Kecamatan Nunukan Selatan mencuat dalam forum Musyawarah Perencanaan Pembangunan kewilayahan Pulau Nunukan yang digelar Jumat (13/02/2026). Dari lebih 400 usulan yang dihimpun pemerintah kecamatan, hanya 30 program yang akhirnya masuk daftar prioritas penyusunan RKPD dan Renja 2027.

Kegiatan yang dihadiri DPRD serta organisasi perangkat daerah itu dibuka oleh Irwan Sabri dan menjadi ruang penyelarasan kebutuhan masyarakat dengan kemampuan anggaran daerah.

Camat Nunukan Selatan, Hj. Ramsidah, mengungkapkan jumlah usulan masyarakat sebenarnya jauh lebih banyak dibandingkan yang dapat diprioritaskan tahun ini. “Usulan dari warga sebenarnya mencapai lebih dari 400 poin. Kami tentu berharap semuanya bisa direalisasikan, tetapi karena harus menyesuaikan kemampuan anggaran dan skala prioritas, hanya 30 yang dapat kami ajukan dalam forum kali ini,” ujarnya, sebagaimana dilansir laman resmi Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Ia menegaskan program yang belum masuk prioritas tidak berarti diabaikan. Seluruhnya tetap tercatat dalam dokumen perencanaan dan berpeluang diperjuangkan pada tahun berikutnya. “Yang belum terakomodasi tetap kami simpan dalam daftar usulan. Kebutuhan masyarakat tidak hilang, hanya menunggu giliran sesuai kemampuan pembiayaan daerah,” katanya.

Sejumlah kebutuhan mendesak yang belum masuk prioritas di antaranya pengelolaan sampah di Kelurahan Tanjung Harapan lokasi tempat penampungan akhir sampah air serta dukungan sarana pendidikan di SD 07. Sementara itu, potensi wilayah Nunukan Selatan yang meliputi pertanian, perikanan tangkap, budidaya rumput laut, tambak, peternakan, hingga perkebunan membuat ragam usulan pembangunan menjadi sangat luas.

Dari 30 program prioritas, sebagian besar berkaitan dengan infrastruktur dasar seperti perbaikan jalan, akses jembatan atau penyeberangan, serta penerangan jalan umum. Sedikitnya 30 titik lampu jalan turut diusulkan karena dinilai berdampak langsung pada aktivitas ekonomi dan sosial masyarakat.

“Perbaikan jalan terus kami dorong setiap tahun, terutama jalur yang mendukung pertanian, tambak, nelayan, layanan kesehatan, hingga tempat ibadah. Fokusnya pada kebutuhan yang menyentuh banyak sektor,” jelas Ramsidah.

Meski jumlah prioritas terbatas, pemerintah kecamatan tetap optimistis usulan masyarakat dapat direalisasikan bertahap. “Pengalaman sebelumnya menunjukkan usulan yang benar-benar mendesak dan menyangkut kepentingan luas biasanya tetap terealisasi. Kami akan terus memperjuangkannya secara bertahap,” tutupnya. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com