NUSANTARA – Ibu Kota Nusantara (IKN) terus menjadi sorotan sebagai model birokrasi masa depan Indonesia. Jumat (13/02/2026), Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Rini Widyantini, menggelar kuliah umum di kawasan KIPP IKN, menghadirkan Aparatur Sipil Negara (ASN) dari berbagai kementerian dan lembaga negara.
Kuliah umum ini dirancang untuk memperkuat pemahaman ASN mengenai transformasi birokrasi, dengan IKN sebagai pusat percontohan sistem kerja pemerintahan modern yang adaptif. Dalam paparannya, MenPANRB membahas arah reformasi birokrasi, penguatan manajemen ASN, pembentukan budaya kerja baru di ibu kota negara, hingga tantangan serta peluang birokrasi masa depan.
“Kita sedang membangun lebih dari gedung-gedung pemerintahan. Kita sedang menyiapkan generasi birokrat masa depan. IKN bukan sekadar memindahkan kantor, tapi menata ulang cara negara bekerja. Mulai dari budaya kerja, pelayanan masyarakat, sampai pengambilan keputusan, semuanya harus berintegritas,” ujar Rini Widyantini saat ditemui awak media.
Menteri Rini menambahkan, pembangunan IKN merupakan peluang untuk menanamkan nilai profesionalisme, kolaborasi, dan pelayanan publik berbasis digital. Menurutnya, ASN yang bertugas di Nusantara harus mampu menjadi pionir birokrasi yang adaptif terhadap perubahan teknologi dan kebutuhan masyarakat.
Sementara itu, Sekretaris Otorita IKN, Bimo Adi Nursanthyasto, menyatakan kegiatan ini menjadi penguatan semangat bagi ASN yang telah menempati ibu kota baru.
“Nasihat Ibu Menteri memberi energi tersendiri bagi kami. Kota baru, budaya kerja baru, dan kolaborasi lintas lembaga harus dijalankan dengan semangat tinggi. Dukungan ini membuat kami lebih yakin menjalankan tugas sehari-hari,” kata Bimo.
Dalam kesempatan yang sama, Menteri Rini melakukan peninjauan langsung pembangunan IKN beserta ekosistem pendukungnya, termasuk rumah susun ASN, Sekolah Taruna Nusantara, RSUP Kementerian Kesehatan, Istana Negara, hingga kawasan glamping. Kunjungan ini sekaligus menunjukkan kesiapan infrastruktur yang mendukung laboratorium transformasi birokrasi di Nusantara.
Para ASN yang hadir mengaku terinspirasi dengan visi IKN sebagai pusat inovasi birokrasi. “Kami merasakan sendiri atmosfer kota baru yang menuntut kreativitas, kolaborasi, dan digitalisasi. Ini jadi motivasi untuk meningkatkan kualitas layanan publik,” kata Dewi Hartini, seorang ASN Kementerian Pekerjaan Umum yang ikut hadir.
Ke depan, IKN diharapkan menjadi laboratorium birokrasi Indonesia—tempat lahirnya tata kelola pemerintahan yang transparan, kolaboratif, dan berbasis digital. Praktik-praktik terbaik yang dikembangkan di ibu kota baru ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam menghadirkan pelayanan publik berkualitas bagi seluruh masyarakat.
“Dari Nusantara, kita ingin muncul inovasi birokrasi yang bisa dicontoh seluruh Indonesia. ASN harus siap menjadi agen perubahan yang profesional, adaptif, dan mengutamakan kepentingan masyarakat,” pungkas Menteri Rini.
Dengan langkah strategis ini, IKN tidak hanya menjadi simbol perpindahan pusat pemerintahan, tapi juga laboratorium nyata bagi transformasi birokrasi modern yang dapat mencetak generasi ASN masa depan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan