Oknum TNI Positif Narkoba, Polres Jaktim Dalami Aktor Lain di Balik Kasus

Video viral transaksi narkotika di Berlan membuka dugaan jaringan lebih luas, sementara TNI AD menindak tegas oknum prajurit yang terlibat.

JAKARTA
– Dugaan keterlibatan oknum prajurit dalam transaksi narkotika di kawasan Berlan, Matraman, memicu respons cepat lintas institusi, dengan Kepolisian Resor (Polres) Metro Jakarta Timur (Jaktim) memperdalam penyelidikan jaringan peredaran, sementara Tentara Nasional Indonesia Angkatan Darat (TNI AD) memastikan proses hukum internal terhadap anggotanya yang terbukti terlibat.

Kasus ini mencuat setelah beredarnya video di media sosial yang memperlihatkan aktivitas transaksi narkotika secara terbuka di lingkungan permukiman warga. Rekaman tersebut pertama kali diunggah oleh akun Instagram lbj_jakarta dan langsung menarik perhatian publik.

Wakil Kepala Satuan Reserse Narkoba (Wakasat Resnarkoba) Polres Metro Jaktim, Suminto, mengatakan pihaknya masih mendalami identitas serta jaringan yang terlibat dalam kasus tersebut.

“Lagi kita upayakan, masih didalami (terduga pelaku),” kata Suminto saat dikonfirmasi di Jakarta, Jumat (27/03/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan hasil penelusuran awal, terduga pelaku bukan merupakan warga yang tinggal di sekitar tempat kejadian perkara (TKP). Temuan ini membuka kemungkinan adanya jaringan peredaran narkotika yang lebih luas di luar lokasi kejadian.

“Pelaku tidak tinggal di tempat kejadian perkara (TKP), untuk saat ini masih dilidik,” ucap Suminto.

Polisi juga mengimbau masyarakat untuk berperan aktif dalam memberikan informasi apabila menemukan aktivitas mencurigakan yang berkaitan dengan peredaran narkotika di lingkungan sekitar.

Sementara itu, TNI AD membenarkan adanya keterlibatan salah satu anggotanya dalam video tersebut. Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Darat (Kadispenad), Donny Pramono, menyampaikan bahwa oknum prajurit yang terlibat telah diamankan dan diproses secara internal.

“Koptu YP mengakui telah melakukan pembelian dan menggunakan narkoba, dimana diperkuat dengan hasil tes urine yang bersangkutan dengan hasil positif,” ujarnya dalam keterangan tertulis, sebagaimana diberitakan CNN Indonesia, Kamis, (26/03/2026).

Donny menegaskan, tindakan yang dilakukan oknum tersebut tidak mencerminkan nilai-nilai keprajuritan dan akan ditindak tegas sesuai ketentuan hukum yang berlaku.

“Tindakan yang dilakukan Koptu YP merupakan perbuatan oknum yang sama sekali tidak mencerminkan sikap maupun nilai-nilai keprajuritan yang sepatutnya,” tuturnya.

Ia menambahkan, saat ini yang bersangkutan telah ditahan oleh Provost Pusat Peralatan TNI Angkatan Darat (Puspalad) untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.

Di sisi lain, TNI AD juga meluruskan informasi terkait kemunculan kendaraan dinas dalam video yang beredar. Donny menyebut kendaraan tersebut tidak berkaitan dengan peristiwa transaksi narkotika yang dilakukan Koptu YP.

“Dari hasil pemeriksaan sementara terhadap pengemudi tersebut, ia menyatakan bahwa keberadaannya di sana adalah untuk berkunjung ke rumah temannya, dan yang bersangkutan mengaku tidak terkait dengan kegiatan prajurit TNI di awal video,” jelasnya.

Meski demikian, pemeriksaan lanjutan tetap dilakukan guna memastikan tidak adanya pelanggaran lain yang melibatkan pihak terkait.

“Namun demikian, pemeriksaan lanjutan tetap dilakukan secara internal, dan apabila di kemudian hari ditemukan adanya indikasi pelanggaran, maka akan diproses sesuai ketentuan hukum yang berlaku,” imbuh Donny.

TNI AD menegaskan komitmennya dalam memberantas penyalahgunaan narkotika di lingkungan internal serta memastikan setiap pelanggaran ditindak tegas tanpa pandang bulu.

Kasus ini menjadi sorotan karena terjadi di ruang publik serta melibatkan oknum aparat, sehingga diharapkan menjadi momentum penguatan pengawasan internal dan sinergi penegakan hukum lintas institusi. []

Redaksi4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com