Pasang Perangkap Udang, Pria 59 Tahun Diterkam Buaya

KOTAWARINGIN TIMUR – Aktivitas mencari nafkah di perairan muara Sungai Babaung, Desa Babaung, Kecamatan Pulau Hanaut, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), nyaris berujung petaka. Seorang pria berinisial TS (59) diserang buaya muara saat hendak memasang perangkap udang, Jumat 13 Februari 2026 sekitar pukul 08.00 WIB.

Insiden terjadi ketika korban bersama seorang rekannya turun ke sungai untuk memasang alat tangkap tradisional. Tanpa peringatan, seekor buaya tiba-tiba muncul dari dalam air dan langsung menerkam tangan kiri korban yang sedang memegang perangkap.

Serangan mendadak itu membuat suasana mencekam. Gigi predator tersebut sempat mengenai tangan korban hingga menyebabkan luka robek cukup serius. Dalam kondisi panik, TS berusaha melawan demi menyelamatkan diri.

Kepada aparat kepolisian, korban menceritakan detik-detik menegangkan tersebut. Ia mengungkapkan bahwa moncong buaya sempat tersangkut pada alat perangkap udang yang dipegangnya, sehingga memberi celah untuk melawan.

“Saat buaya menggigit, bagian moncongnya seperti terhalang alat tangkap yang saya pegang. Saya refleks memukul kepalanya dengan tangan kanan sekuat tenaga sampai akhirnya gigitan itu terlepas, lalu saya segera menjauh dari lokasi,” ujar TS sebagaimana disampaikan melalui keterangan Kasi Humas Polres Kotim, AKP Edy Wiyoko, mewakili Kapolres Kotim AKBP Resky Maulana Zulkarnain, Sabtu (14/02/2026).

Beruntung, korban berhasil melepaskan diri dan segera mendapatkan pertolongan. Ia kemudian menjalani perawatan medis akibat luka robek di tangan kirinya yang harus mendapatkan jahitan. Saat ini, kondisi TS dilaporkan dalam tahap pemulihan.

Pihak kepolisian dari Polsek Hanaut telah mendatangi kediaman korban yang lokasinya tidak jauh dari tempat kejadian. Aparat juga kembali mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di perairan yang dikenal sebagai habitat buaya muara.

AKP Edy Wiyoko menegaskan bahwa masyarakat diminta lebih berhati-hati, terutama saat memasuki sungai untuk mencari ikan atau memasang perangkap. “Kami mengimbau warga agar tidak lengah ketika beraktivitas di sekitar sungai. Pastikan kondisi aman dan sebisa mungkin tidak turun seorang diri,” katanya.

Peristiwa ini kembali menjadi peringatan serius bagi warga bantaran sungai di wilayah Kotim bahwa ancaman satwa liar masih nyata. Kehati-hatian dan kewaspadaan menjadi kunci utama untuk mencegah insiden serupa terulang. []

Redaksi4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com