Pemkab Nunukan melaporkan capaian kinerja tahun pertama dengan progres signifikan di sektor air bersih, kesehatan, dan ekonomi meski masih menghadapi keterbatasan anggaran.
NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Nunukan melaporkan capaian kinerja tahun pertama kepemimpinan daerah yang menunjukkan progres signifikan di sejumlah sektor prioritas, meski masih dihadapkan pada keterbatasan anggaran.
Bupati Nunukan, Irwan Sabri, didampingi Wakil Bupati (Wabup) Nunukan, Hermanus, menyampaikan hal tersebut usai rapat paripurna penyampaian Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Tahun Anggaran 2025, Sabtu (28/03/2026).
“Namun untuk program-program yang bersifat vital, urgen, dan sangat penting, seperti ketersediaan air bersih di Kabupaten Nunukan, alhamdulillah sudah menunjukkan progres yang signifikan,” ujar Irwan, sebagaimana dilansir SIMP4TIK, Sabtu, (28/03/2026).
Ia mengakui, meskipun sebagian besar program telah berjalan baik, masih terdapat sejumlah pekerjaan yang belum sepenuhnya tuntas akibat keterbatasan anggaran daerah.
Di sisi lain, peningkatan kinerja pemerintah daerah tercermin dari capaian penerimaan dividen yang melonjak lebih dari 200 persen. Nilai tersebut mencapai sekitar Rp2,6 miliar dan menjadi yang tertinggi sepanjang sejarah Kabupaten Nunukan.
Pada sektor kesehatan, Pemkab Nunukan juga melakukan pembenahan terhadap Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Irwan mengungkapkan bahwa saat awal menjabat, pihaknya mewarisi utang sekitar Rp28 miliar.
“Alhamdulillah, dalam satu tahun sudah terjadi perbaikan, RSUD kini mampu mencatat surplus dan telah membayar utang sekitar Rp9 miliar,” jelasnya.
Ia optimistis seluruh utang RSUD dapat diselesaikan pada 2027 jika tren positif tersebut terus berlanjut.
Selain itu, program seragam sekolah gratis bagi siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP) telah terealisasi sepenuhnya. Ke depan, program tersebut akan terus dievaluasi untuk penyempurnaan pelaksanaan.
Di sektor ekonomi dan infrastruktur, pemerintah daerah juga menggulirkan bantuan bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), serta menuntaskan pembangunan Jalan Usaha Tani (JUT) sepanjang 50 kilometer guna meningkatkan akses antarwilayah hingga ke desa.
Irwan menekankan pentingnya konsistensi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) dalam menjaga keberlanjutan program pembangunan.
“Kunci ke depan adalah konsistensi, kami berharap semua pihak tetap solid agar program yang sudah berjalan ini bisa terus memberikan manfaat bagi masyarakat,” katanya.
Ia juga berharap kondisi fiskal nasional tetap stabil agar program prioritas daerah dapat berjalan tanpa hambatan.
Melalui penyampaian LKPJ tersebut, Pemkab Nunukan juga membuka ruang bagi Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) untuk memberikan masukan konstruktif sebagai bahan evaluasi.
“Masukan dari DPRD sangat kami harapkan sebagai bahan evaluasi untuk terus memperbaiki dan memajukan Kabupaten Nunukan yang kita cintai bersama,” tutupnya.
Capaian ini menjadi indikator awal arah pembangunan daerah, sekaligus pijakan untuk memperkuat program prioritas agar berdampak langsung terhadap kesejahteraan masyarakat ke depan. []
Penulis: Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan