PALANGKA RAYA – Upaya menghadirkan pendidikan profesi apoteker di wilayah Kalimantan kian menguat. Kunjungan Ketua Asosiasi Perguruan Tinggi Farmasi Indonesia, Yandi Syukri, ke Universitas Palangka Raya pada Jumat (13/02/2026) menjadi sinyal serius percepatan pembukaan Program Studi Pendidikan Profesi Apoteker (PSPPA) di kampus tersebut.
Dalam pertemuan bersama pimpinan universitas dan jajaran akademik, kebutuhan tenaga apoteker profesional di Kalimantan menjadi sorotan utama. Pemerataan fasilitas pendidikan profesi dinilai penting agar distribusi sumber daya kesehatan tidak lagi terpusat di wilayah tertentu.
Prof. Yandi menilai UPR memiliki peluang besar berkembang sebagai pusat pendidikan apoteker di kawasan ini. “Pengembangan pendidikan profesi apoteker harus merata di berbagai daerah, dan UPR mempunyai kapasitas untuk melahirkan tenaga kefarmasian unggul bagi Kalimantan,” ungkapnya.
Ia juga menegaskan komitmen APTFI dalam memberikan pendampingan menyeluruh, mulai dari penyusunan kurikulum berbasis kompetensi, penguatan jejaring kerja sama nasional, hingga peningkatan mutu praktik pembelajaran dan penelitian. Pendampingan tersebut diarahkan agar PSPPA UPR memenuhi standar pendidikan profesi yang berkualitas sekaligus mampu bersaing secara nasional.
Rektor UPR, Prof. Dr. Ir. Salampak, menyambut dukungan tersebut sebagai langkah strategis bagi pengembangan institusi dan pelayanan kesehatan daerah. “Kami berterima kasih atas pendampingan yang diberikan. Universitas berkomitmen menyiapkan infrastruktur, penguatan laboratorium, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta kerja sama lahan praktik agar program profesi ini berjalan sesuai standar nasional,” tegasnya.
Menurut rektor, pembukaan PSPPA bukan sekadar penambahan program akademik, tetapi bagian dari tanggung jawab perguruan tinggi dalam mencetak apoteker profesional yang berintegritas dan kompeten. Langkah ini juga sejalan dengan visi pembangunan pendidikan tinggi di Kalimantan Tengah yang menekankan kualitas dan daya saing sumber daya manusia daerah.
Kehadiran program profesi tersebut diharapkan memperluas akses pendidikan bagi generasi muda tanpa harus menempuh studi ke luar daerah. Selain itu, lulusan yang dihasilkan diyakini memberi dampak langsung terhadap peningkatan mutu layanan kesehatan, khususnya di bidang kefarmasian.
Di akhir pernyataannya, pimpinan universitas menaruh harapan besar pada kolaborasi ini. “Sinergi antara APTFI dan UPR diharapkan menjadi titik penting lahirnya apoteker unggul nasional sekaligus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan masyarakat di Kalimantan Tengah,” pungkasnya. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan