Penembakan oleh siswa berusia 15 tahun di Argentina menewaskan satu pelajar dan melukai delapan lainnya saat kegiatan rutin sekolah berlangsung.
ARGENTINA – Aktivitas rutin pengibaran bendera di sebuah sekolah berubah menjadi tragedi berdarah setelah seorang siswa berusia 15 tahun melepaskan tembakan, menewaskan satu pelajar dan melukai delapan lainnya di Kota San Cristobal, Provinsi Santa Fe.
Peristiwa penembakan terjadi di Sekolah Mariano Moreno saat para siswa tengah bersiap mengikuti kegiatan harian sebelum kelas dimulai. Pemerintah Provinsi Santa Fe memastikan pelaku telah diamankan tak lama setelah kejadian.
“Saya naik ke atas, dan tepat ketika saya hendak turun, beberapa siswa melihat seorang anak laki-laki keluar dari kamar mandi dengan pistol dan mulai berteriak,” kata seorang saksi, Priscila, kepada media lokal. “Dia mulai menembak ke udara dan kami semua lari keluar.”
Berdasarkan keterangan otoritas setempat, enam siswa mengalami luka ringan akibat kepanikan saat berusaha menyelamatkan diri dan telah mendapatkan perawatan. Sementara itu, dua siswa lainnya harus dirujuk ke Rumah Sakit Regional Rafaela, dengan satu korban dalam kondisi serius namun stabil.
Sekretaris Pemerintah San Cristobal, Ramiro Munoz, menyebut senjata yang digunakan pelaku “diyakini sebagai senapan”. Pasca-kejadian, kegiatan belajar langsung dihentikan dan seluruh siswa dipulangkan guna menjaga keamanan.
Menteri Kehakiman dan Keamanan Provinsi Santa Fe, Pablo Cococcioni, menyampaikan duka mendalam atas insiden tersebut.
“Ini adalah momen yang sangat, sangat menyedihkan dan sangat mengejutkan. Di atas segalanya, kami ingin menyampaikan dukungan kami kepada keluarga Ian, pemuda yang kehilangan nyawanya hari ini,” ujarnya sebagaimana diwartakan AFP, Selasa (31/03/2026).
Ia menambahkan bahwa pelaku tidak memiliki catatan kriminal dan selama ini tidak menunjukkan indikasi masalah di lingkungan sekolah. Namun, pihak berwenang mengungkap bahwa pelaku tengah menghadapi persoalan keluarga yang kompleks.
“Mengenai tersangka pelaku, dia tidak memiliki catatan kriminal; kami tidak punya alasan untuk campur tangan selama seluruh karier sekolahnya,” kata Cococcioni.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa kejadian ini tidak berkaitan dengan konflik di sekolah. “Sangat sulit untuk menjelaskan peristiwa-peristiwa ini–terlebih lagi ketika terjadi di lingkungan sekolah. Ini adalah sesuatu yang benar-benar luar biasa, sesuatu yang tidak pernah kami duga.”
Kasus ini menambah daftar insiden penembakan sekolah di Argentina, meskipun kejadian serupa tergolong jarang. Otoritas kini fokus pada penyelidikan motif pelaku serta penguatan langkah pencegahan agar tragedi serupa tidak terulang di masa mendatang. []
Penulis: Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan