Polisi Vietnam Gerebek Freezer Berisi Dua Harimau Mati

THANH HOA – Aroma busuk perdagangan satwa liar kembali terkuak di Vietnam. Aparat kepolisian Provinsi Thanh Hoa mengamankan dua bangkai harimau dewasa yang disembunyikan dalam lemari pembeku di ruang bawah tanah sebuah rumah warga. Nilai transaksi ilegal satwa dilindungi itu ditaksir mencapai 2 miliar dong Vietnam atau sekitar Rp1,2 miliar.

Pengungkapan kasus ini diumumkan otoritas setempat pada Sabtu (14/02/2026). Dua pria, Hoang Dinh Dat (52) dan Nguyen Doan Son (31), ditetapkan sebagai tersangka. Dat diduga menyimpan bangkai harimau tersebut, sementara Son disebut sebagai pihak yang memasok.

Juru bicara kepolisian setempat menjelaskan, penggerebekan dilakukan setelah aparat menerima informasi mengenai aktivitas mencurigakan yang mengarah pada perdagangan satwa liar.

“Petugas menemukan dua jasad harimau dewasa dengan berat total kurang lebih 400 kilogram di dalam freezer yang disimpan di ruang bawah tanah rumah tersangka,” ujar perwakilan kepolisian dalam keterangan resminya.

Dalam pemeriksaan awal, Dat mengakui asal-usul bangkai harimau tersebut. “Tersangka mengaku membeli dua ekor harimau itu dengan nilai sekitar 2 miliar dong,” demikian isi pernyataan resmi kepolisian yang dirilis secara daring.

Dari hasil pengembangan penyelidikan, polisi kemudian memburu dan menangkap Nguyen Doan Son yang diduga sebagai penjual. Aparat menilai transaksi tersebut merupakan bagian dari jaringan perdagangan satwa liar yang lebih luas.

Selain bangkai harimau, polisi turut menyita peralatan yang diduga digunakan untuk memproduksi lem tulang harimau produk yang di sejumlah kalangan dipercaya sebagai obat tradisional untuk penyakit tulang.

“Kami juga mengamankan sejumlah alat yang diduga dipakai untuk mengolah bagian tubuh harimau menjadi produk tertentu,” kata pejabat kepolisian tersebut.

Kasus ini kembali menempatkan Vietnam dalam sorotan sebagai salah satu titik rawan perdagangan satwa liar di Asia Tenggara. Negara itu kerap disebut sebagai pasar sekaligus jalur transit bagian tubuh hewan langka, termasuk harimau, yang memiliki nilai tinggi di pasar gelap.

Padahal, secara historis, harimau pernah berkeliaran luas di hutan-hutan Vietnam. Namun perburuan liar dan kerusakan habitat membuat populasinya menyusut drastis hingga hampir punah di alam bebas.

“Kami akan memproses para tersangka sesuai hukum yang berlaku dan memperketat pengawasan terhadap kejahatan satwa liar,” tegas pihak kepolisian.

Kedua tersangka kini ditahan untuk menjalani proses hukum lebih lanjut. Aparat menyatakan komitmennya membongkar jaringan perdagangan ilegal yang dinilai semakin terorganisasi dan bernilai ekonomi tinggi. []

Redaksi4

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com