Pria Ngamuk di Mapolresta Banjarmasin, Diduga Alami Gangguan Jiwa

Pria yang mengamuk di Mapolresta Banjarmasin diduga mengalami gangguan kejiwaan setelah handphone yang dikira hilang ternyata berada di dalam tasnya sendiri.

BANJARMASIN – Dugaan gangguan kejiwaan memicu insiden di Markas Kepolisian Resor Kota (Polresta) Banjarmasin, setelah seorang pria berinisial HA (40) mengamuk sambil menggendong anak balitanya, Senin (30/03/2026) siang.

Peristiwa tersebut terjadi di halaman Mapolresta Banjarmasin di Jalan S Parman. HA, warga Jalan Perdagangan, datang menggunakan sepeda motor matik bersama anak laki-lakinya yang berusia dua tahun.

Setibanya di lokasi, HA langsung turun dari kendaraan dan melempar helm ke arah petugas yang berjaga. Aksi spontan itu membuat situasi mendadak tegang dan menarik perhatian anggota serta warga sekitar.

Sambil menggendong anaknya, HA berteriak menuntut pertanggungjawaban atas handphone miliknya yang diklaim hilang. “Ganti handphone saya yang hilang,” teriaknya sebagaimana dilansir Radar Banjarmasin, Senin (30/03/2026).

Petugas yang berupaya menenangkan mengalami kesulitan karena emosi HA semakin tidak terkendali. Demi mencegah risiko yang lebih besar, anggota akhirnya mengamankan yang bersangkutan tanpa perlawanan berarti.

Kepala Satuan Reserse Kriminal (Kasat Reskrim) Polresta Banjarmasin Eru Alsepa melalui Kepala Unit (Kanit) Jatanras Boy Carter menjelaskan, sebelum kejadian, HA sempat berada di kamar kecil masjid di lingkungan Mapolresta.

“Setelah keluar, yang bersangkutan langsung emosi karena merasa handphone miliknya hilang dan menuduh anggota polisi mengambilnya,” ujarnya.

Namun hasil pemeriksaan menunjukkan fakta berbeda. Handphone yang dilaporkan hilang ternyata ditemukan di dalam tas milik HA sendiri.

Berdasarkan keterangan keluarga, perilaku HA disebut mulai berubah dalam tiga bulan terakhir dengan kecenderungan curiga berlebihan. Polisi pun menduga yang bersangkutan mengalami gangguan kejiwaan.

“Saat ini kami sudah menghubungi istrinya untuk penanganan lebih lanjut. Sementara anaknya sudah dijemput pihak keluarga,” jelasnya.

Peristiwa ini menjadi perhatian karena melibatkan kondisi psikologis individu di ruang publik, sekaligus menunjukkan pentingnya penanganan cepat dan pendekatan humanis dalam situasi yang berpotensi membahayakan. []

Penulis: Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com