Gambar Ilustrasi

Pungut Brondolan, Pemuda Kotim Mengaku Dikeroyok

KOTAWARINGIN TIMUR – Dugaan aksi kekerasan kembali mencuat di wilayah perkebunan kelapa sawit di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim). Seorang pemuda berusia 22 tahun asal Kelurahan Pasir Putih, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, mengaku menjadi korban pengeroyokan oleh sejumlah pria tak dikenal yang diduga oknum aparat bersama petugas keamanan perusahaan sawit, Rabu (18/02/2026).

Peristiwa itu disebut terjadi saat korban tengah memungut brondolan kelapa sawit yang berserakan di areal sekitar kebun. Menurut pengakuannya, buah sawit tersebut merupakan milik masyarakat dan bukan bagian dari aset perusahaan.

Situasi mendadak berubah ketika seorang pria yang diduga satpam perusahaan datang bersama dua pria lainnya. Korban menilai penampilan keduanya menyerupai petugas.

“Saya melihat mereka mengenakan kaos dan celana panjang yang modelnya seperti atribut petugas. Satu berpakaian cokelat, sementara yang lain bercorak loreng,” ujar Bayu, Kamis (19/02/2026).

Tak lama setelah itu, ia mengaku mendapat tendangan dari arah belakang hingga terjatuh. Serangan disebut berlanjut dengan pukulan yang mengenai bagian wajahnya.

“Saya sampai merasa limbung dan pandangan menggelap. Leher saya sempat dijerat dari belakang, lalu saya dibawa paksa ke Pos Portal Km 18,” ujarnya.

Akibat insiden tersebut, korban mengalami luka di bagian mata kanan dan harus mendapatkan perawatan medis di RSUD dr Murjani Sampit.

Sementara itu, jajaran Polres Kotim membenarkan adanya laporan terkait dugaan penganiayaan tersebut. Laporan diterima di SPKT pada Rabu malam (18/02/2026).

Kasi Humas Polres Kotim, AKP Edy Wiyoko, menyampaikan bahwa kasus ini masih dalam proses penyelidikan. “Laporan sudah kami terima dan saat ini masih dilakukan pendalaman. Korban sedang menjalani perawatan medis. Perkembangan lebih lanjut akan kami sampaikan setelah proses pemeriksaan selesai,” jelasnya.

Hingga kini, aparat kepolisian masih mengumpulkan keterangan saksi serta menelusuri identitas para terduga pelaku. Kasus ini pun menjadi perhatian publik, mengingat adanya dugaan keterlibatan oknum aparat dan keamanan perusahaan dalam insiden tersebut. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com