Ramadan Tanpa Macet! Lapak UMKM Dipusatkan

NUNUKAN – Ramadan selalu identik dengan lonjakan pedagang takjil dadakan. Namun di Kabupaten Nunukan, pola itu tahun ini diatur lebih rapi. Pemerintah daerah melalui Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (DKUKMPP) mengambil langkah berbeda: memindahkan pedagang musiman dari kawasan alun-alun ke lokasi khusus di depan UKM Center.

Kebijakan ini bukan tanpa alasan. Setiap menjelang waktu berbuka puasa, kawasan alun-alun kerap dipadati pedagang dan pemburu takjil hingga memicu kemacetan panjang. Kondisi tersebut semakin parah ketika ada kegiatan berbagi takjil yang menyedot kerumunan warga.

Kepala Bidang UKM DKUKMPP Kabupaten Nunukan, Mardiana, menjelaskan bahwa relokasi ini menjadi strategi untuk mengurai kepadatan lalu lintas yang hampir selalu terjadi setiap Ramadan.

“Tahun ini kami siapkan lapak khusus di depan UKM Center. Pedagang musiman yang biasanya membuka lapak di area alun-alun kami arahkan ke sana agar kemacetan menjelang berbuka bisa ditekan,” kata Mardiana, sebagaimana dilansir laman resmi Pemerintah Kabupaten Nunukan, Kamis (19/02/2026).

Ia menegaskan, pedagang yang memang berjualan rutin setiap sore di alun-alun tidak dipindahkan. Penataan hanya berlaku bagi pelaku UMKM yang berjualan khusus selama Ramadan.

“Yang sudah berjualan setiap hari tetap di lokasi semula. Namun yang sifatnya musiman saat Ramadan kami pusatkan di depan UKM Center supaya lalu lintas lebih tertib,” ujarnya, Kamis (19/02/2026).

Hingga saat ini, tercatat 23 pelaku UMKM telah mendaftar dan menempati lapak yang tersedia. Pendaftaran dibuka untuk umum, meski jumlah tenda yang disediakan terbatas. Bagi yang belum memperoleh tenda, dinas tetap memberikan ruang berjualan di trotoar sekitar UKM Center.

“Kapasitas tenda memang terbatas, tetapi kami tidak menutup kesempatan. Yang belum kebagian tetap bisa berjualan di area depan UKM Center,” jelasnya.

Menariknya, para pedagang tidak dipungut biaya apa pun. Pemerintah daerah menyediakan tenda dan meja sebagai fasilitas pendukung tanpa sewa maupun retribusi.

“Tidak ada pungutan. Tenda dan meja kami siapkan agar teman-teman UMKM bisa berjualan dengan nyaman,” tegas Mardiana.

Selain penataan lokasi, dinas juga menekankan komitmen kebersihan dan ketertiban. Para pedagang diminta membersihkan area setelah berjualan serta melaporkan omzet mingguan sebagai bagian dari pendataan dan evaluasi.

“Kami sudah ingatkan, setelah selesai berjualan wajib membersihkan lapaknya. Mereka juga diminta melaporkan perkembangan omzet setiap pekan,” tambahnya.

Langkah ini diharapkan mampu menciptakan suasana Ramadan yang lebih tertib tanpa mengurangi kesempatan pelaku UMKM musiman meraup berkah. Pemerintah ingin memastikan roda ekonomi tetap berputar, sementara kenyamanan masyarakat tetap terjaga. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com