Rekonstruksi Kasus Hetty Noviani Jadi Sorotan Publik Nanga Bulik

LAMANDAU – Senin pagi (23/02/2026) di Nanga Bulik, Kabupaten Lamandau, kota yang biasanya tenang mendadak berubah tegang. Polisi tampak bersiaga di banyak titik, garis polisi membentang, dan warga berkumpul jauh di sekeliling lokasi dengan mata tak berkedip, menunggu aksi yang dramatis.

Di tengah kerumunan, seorang pria berkaos biru bertuliskan “Tahanan 22” berdiri dengan tangan terikat, kepala tertutup, dan ekspresi tegang. Sosok itu adalah Arif Prasetyo, tersangka kasus dugaan pembunuhan janda muda Hetty Noviani (28).

Satreskrim Polres Lamandau menggelar rekonstruksi adegan demi adegan untuk memperjelas perjalanan tragis yang menimpa korban. Pihak kejaksaan, penasihat hukum tersangka, para saksi, dan keluarga korban ikut menyaksikan setiap gerakan tersangka. Suasana serius sesekali diwarnai bisik-bisik warga yang tak kuasa menahan rasa penasaran.

Belasan adegan diperagakan, dimulai dari Stadion Hinang Golloa, lokasi awal pertemuan Arif dan Hetty. Adegan kemudian bergerak ke bengkel, bundaran kota, dan berakhir di Gang Bakti III RT 12, Jalan Maskaya Pangaruh lokasi ditemukannya korban.

Arif tampak memperagakan gerakan sesuai keterangan dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP), sementara penyidik meneliti setiap detail dengan saksama. AKP John Digul Manra, Kasat Reskrim Polres Lamandau, menegaskan, rekonstruksi penting untuk memastikan keterangan tersangka sinkron dengan fakta lapangan.

“Hari ini kami memperlihatkan kronologi lengkap pembunuhan, sekaligus menguji kesesuaian antara keterangan tersangka dan saksi,” ujar AKP Digul. Ia menambahkan, berkas akan segera dilimpahkan ke jaksa untuk proses P21 setelah rekonstruksi rampung.

Bagi keluarga Hetty, rekonstruksi ini lebih dari sekadar proses hukum. “Kami ingin melihat secara jelas apa yang terjadi pada Hetty. Ini satu-satunya cara kami mendekatkan diri pada keadilan,” ungkap seorang anggota keluarga.

Kejadian ini meninggalkan bekas mendalam bagi warga Nanga Bulik. Tragedi janda muda ini, yang diperagakan di depan publik, menegaskan ketegangan dan duka yang tak akan mudah terlupakan. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com