Reses DPRD di Nunukan Barat Dibanjiri Keluhan Jalan Rusak

NUNUKAN — Kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat kembali digelar anggota DPRD Nunukan, Ustania, melalui pertemuan tatap muka bersama warga Kelurahan Nunukan Barat pada Minggu (15/02/2026). Forum tersebut menjadi ruang penyampaian berbagai persoalan mendesak, mulai dari infrastruktur lingkungan hingga layanan pendidikan dasar.

Warga dari sejumlah rukun tetangga menyampaikan kondisi jalan lingkungan yang rusak, saluran drainase tersumbat, serta keterbatasan penerangan jalan. Selain itu, kebutuhan ruang kelas baru dan fasilitas belajar yang lebih layak di sekolah dasar setempat juga menjadi sorotan utama dalam dialog tersebut.

Dalam pertemuan itu, Ustania menegaskan bahwa kebutuhan dasar masyarakat harus menjadi perhatian serius dalam pembahasan kebijakan di lembaga legislatif. “Setiap masukan warga akan kami bawa ke forum pembahasan dewan agar dapat ditindaklanjuti sesuai prioritas pembangunan daerah,” ujarnya di hadapan peserta reses, sebagaimana dilansir laman resmi Pemerintah Kabupaten Nunukan.

Isu pendidikan disebut mendominasi aspirasi warga. Masyarakat berharap adanya penambahan ruang kelas serta perbaikan sarana belajar guna menunjang proses pendidikan anak-anak di wilayah Nunukan Barat. “Fasilitas pendidikan tidak boleh diabaikan. Usulan ini akan kami sinkronkan dengan program pemerintah daerah dalam pembahasan anggaran,” kata politisi Partai Hanura tersebut.

Mayoritas peserta yang hadir berasal dari kalangan ibu rumah tangga. Mereka berharap wakil rakyat dapat memperjuangkan kebutuhan lingkungan tempat tinggal secara nyata, terutama terkait akses jalan dan kenyamanan permukiman.

Pada sesi tanya jawab, Ustania juga memaparkan mekanisme pengajuan usulan melalui pokok-pokok pikiran dewan. Aspirasi yang terkumpul akan dibahas bersama anggota DPRD dari daerah pemilihan terkait, kemudian diselaraskan dengan rencana kerja pemerintah daerah.

Agenda reses sendiri merupakan kegiatan rutin legislatif pada masa sidang. Untuk periode ini, kegiatan berlangsung pada 15–20 Februari 2026, di mana seluruh anggota dewan kembali ke daerah pemilihan masing-masing guna menjaring kebutuhan riil masyarakat di Kabupaten Nunukan.[]

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com