JAWA TENGAH — Dugaan keracunan massal menimpa puluhan warga di Kabupaten Purworejo setelah menyantap hidangan kenduri ruwahan menjelang Ramadan. Peristiwa yang terjadi pada Senin (16/02/2026) tersebut membuat sedikitnya 65 orang mengalami gangguan kesehatan, sementara sembilan lainnya harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
Kejadian bermula dari acara selamatan yang digelar di rumah seorang warga, Boni Rohyati (63), di Dusun Kedungdowo Wetan, Desa Trirejo, Kecamatan Loano, pada Minggu (15/02/2026) malam. Tuan rumah diketahui memesan sekitar 75 paket makanan dari rumah makan setempat, lalu 65 paket di antaranya dibagikan kepada warga yang hadir.
Sebagian warga langsung mengonsumsi makanan setelah pulang dari acara, sedangkan lainnya baru menyantap keesokan harinya setelah disimpan di lemari pendingin. Menu yang disajikan meliputi nasi putih, orek tempe, kering kentang, telur puyuh, ati ampela, ayam goreng, kerupuk, serta kudapan seperti lemper bakar, kue pukis, serabi, dan tahu telur.
Kapolsek Loano, Iptu Utomo, menyebut kegiatan tersebut merupakan tradisi selamatan ruwahan yang lazim dilakukan masyarakat menjelang Ramadan. “Selamatan ruwahan ini diikuti warga sekitar, dan makanan yang dibagikan dipesan dari rumah makan di wilayah Purworejo,” ujarnya saat dikonfirmasi pada Senin (16/02/2026).
Menurutnya, warga yang terdampak mengalami keluhan mual, muntah, dan diare setelah mengonsumsi hidangan sejak Minggu malam hingga Senin sore. Aparat bersama pihak terkait masih melakukan penelusuran guna memastikan penyebab pasti kejadian sekaligus mencegah insiden serupa terulang.
Peristiwa ini kembali menegaskan pentingnya pengawasan kebersihan serta keamanan pangan, khususnya dalam kegiatan makan bersama yang melibatkan banyak orang menjelang momentum keagamaan. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan