KAPUAS HULU – Kunjungan Safari Ramadan 1447 Hijriah Gubernur Kalimantan Barat, Ria Norsan, ke Kabupaten Kapuas Hulu bukan sekadar agenda silaturahmi. Dalam lawatan ke wilayah yang berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia, itu, isu konektivitas dan kualitas sumber daya manusia menjadi sorotan utama.
Menurut Norsan, Kapuas Hulu memegang peran strategis sebagai beranda negara sekaligus pintu pertumbuhan ekonomi baru. Ia menilai penguatan infrastruktur perbatasan harus menjadi prioritas agar kawasan tersebut tidak tertinggal. “Kapuas Hulu bukan hanya garis batas negara, tetapi bisa menjadi simpul pertumbuhan ekonomi jika akses dan potensinya dimaksimalkan,” ujarnya, Minggu (22/02/2026).
Salah satu proyek yang disinggung adalah pembangunan jalan perbatasan yang dirancang menghubungkan Kalimantan Barat dengan Kalimantan Timur. Infrastruktur ini diproyeksikan memangkas jarak tempuh menuju Ibu Kota Nusantara (IKN). “Ketika jalur ini tuntas, mobilitas orang dan barang akan jauh lebih efisien. Dampaknya tentu terasa bagi masyarakat perbatasan,” katanya.
Selain infrastruktur, Norsan juga menyinggung capaian makro pembangunan Kalbar yang dinilai menunjukkan tren positif, mulai dari pertumbuhan ekonomi, pengendalian inflasi, hingga upaya penurunan angka kemiskinan. Namun, ia mengakui masih ada pekerjaan rumah besar terkait Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
Saat ini IPM Kalbar berada di angka 72,09 dan menempati posisi kelima di Pulau Kalimantan. Kapuas Hulu termasuk daerah yang dinilai perlu percepatan peningkatan kualitas pendidikan, layanan kesehatan, dan infrastruktur dasar. “IPM menjadi indikator penting. Pendidikan, kesehatan, dan akses infrastruktur harus kita genjot bersama agar tidak tertinggal,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Norsan juga mengingatkan pentingnya menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat perbatasan. Ia mendorong setiap persoalan diselesaikan melalui musyawarah agar stabilitas daerah tetap terjaga.
Sementara itu, Wakil Bupati Kapuas Hulu Sukardi menyambut baik kunjungan tersebut. Ia menyebut perhatian pemerintah provinsi menjadi suntikan semangat bagi masyarakat di wilayah perbatasan.
Menurutnya, tantangan pembangunan di Kapuas Hulu masih cukup kompleks, terutama terkait aksesibilitas, ketersediaan infrastruktur, serta penguatan ekonomi masyarakat. “Kami berharap dukungan provinsi terus berlanjut, khususnya untuk peningkatan jalan dan jembatan, fasilitas pendidikan dan kesehatan, serta pemberdayaan UMKM,” ujarnya.
Kunjungan ini menegaskan bahwa pembangunan perbatasan bukan hanya soal simbol kedaulatan, melainkan juga soal pemerataan kesejahteraan dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. []
Redaksi
Berita Borneo Terlengkap se-Kalimantan