Gambar Ilustrasi

Sahur Berubah Horor, Korban Keluar Rumah Bersimbah Darah

KOTAWARINGIN TIMUR – Dini hari yang seharusnya tenang menjelang sahur berubah menjadi mimpi buruk bagi Marni (43), warga Perumahan Pandawa, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Jumat (20/02/2026). Perempuan tersebut diduga menjadi korban perampokan saat berada seorang diri di rumahnya.

Sekitar pukul 03.30 WIB, warga dikejutkan oleh kemunculan korban dalam kondisi wajah dan kepala berlumuran darah. Ia mendatangi rumah tetangga di seberang kediamannya untuk meminta pertolongan.

Ketua RT 46, Witnyu, membenarkan adanya laporan dugaan perampokan tersebut. Ia menyebut informasi awal diterimanya dari warga yang melihat korban sudah dalam keadaan terluka. “Informasinya masuk sekitar setengah empat pagi. Korban mengaku ada orang masuk ke rumahnya saat ia sedang beristirahat,” ujarnya.

Meski diduga terjadi perampokan, tidak ada barang berharga yang dilaporkan hilang dari dalam rumah. Hal itu membuat motif pelaku masih menjadi tanda tanya.

Witnyu menjelaskan, korban sempat berteriak dari dalam rumah. Namun, suara tersebut tidak memancing kecurigaan warga karena bertepatan dengan suasana Ramadan. “Biasanya memang ada anak-anak muda yang keliling membangunkan sahur. Jadi teriakan itu tidak langsung dianggap situasi darurat,” katanya.

Merasa tak mendapat respons, korban akhirnya keluar rumah dalam kondisi terluka untuk mencari bantuan. Ia kemudian dilarikan ke rumah sakit guna mendapatkan penanganan medis.

Dari penuturan korban kepada pihak lingkungan, pelaku disebut mengenakan penutup wajah saat beraksi. Dugaan sementara, pelaku masuk melalui pintu depan yang tidak memiliki kunci permanen. “Pintunya hanya ditahan semacam ganjalan kecil. Kalau didorong kuat, bisa terbuka,” jelas Witnyu.

Di lokasi kejadian juga ditemukan benda menyerupai linggis kecil yang diduga digunakan untuk mencongkel atau membuka pintu.

Warga mengaku tidak melihat orang asing yang mencurigakan di sekitar perumahan. Sempat ada upaya pengejaran oleh salah seorang tetangga, namun pelaku berhasil melarikan diri.

Marni sehari-hari membantu berjualan angkringan, sementara suaminya bekerja di perkebunan kelapa sawit. Saat kejadian berlangsung, korban diketahui berada seorang diri di dalam rumah.

Hingga kini, kasus tersebut masih menunggu penanganan lebih lanjut dari aparat kepolisian untuk mengungkap pelaku dan motif di balik peristiwa tersebut. []

Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Social Media Auto Publish Powered By : XYZScripts.com